Isu Penculikan Anak untuk Tumbal Marak di Bengkalis

Senin, 22 November 2010 - 06:13:13 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

BENGKALIS [metroterkini.com] - Isu penculik anak membuat warga Bengkalis resah. Kabarnya isu penculikan anak akan dijadikan tumbal. Seperti yang terjadi di Desa Muntai Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Warga dikabarkan heboh oleh peristiwa penculikan anak yang disebut-sebut warga setempat sebagai "Penyabit" atau membunuh untuk tumbal. Seperti dialami Izal (13) bertempat tinggal di RT/RW 01/08 Dusun Pusaka Desa Muntai, mengaku diajak oleh orang tak dikenal (OTK) dengan menggunakan sepeda motor pada Selasa lalu itu di kawasan persimpangan Sekolah Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Simpang Tiga Muntai. Sekitar pukul 09.00 WIB pagi. Izal tiba-tiba diimingi-imingi OTK tersebut dengan uang serta jajan makan agar mengikuti mereka. Izal yang menolak untuk diajak pergi, OTK dengan mengeluarkan sebilah pisau dari baju bagian belakang dan mengancamnya agar tetap mau ikut kemana sindikat ini pergi. Izal yang ketakutan akhirnya mengikuti ajakan si penculik dan langsung dibawanya ke Pantai Selatbaru. "Kejadian ini memang benar dialami Ijal," tutur Kepala Desa Muntai Junaidi. Tambah sumber, setiba di Pantai Selatbaru sindikat penculik anak ini menghubungi temannya agar menjemput si calon korban. Pada saat menunggu mobil datang, Izal berusaha untuk lari dan secara kebetulan bertemu dengan warga dari desa yang sama dan akhirnya bisa diajak pulang ke desa. "Orang itu menghubungi temannya untuk dijemput menggunakan mobil, saat menunggu itu, kebetulan bertemu dengan seorang warga desa yang mengenali Izal, jadi langsung diajak untuk pulang," katanya lagi. Setelah itu, Sabtu (20/11) kemarin, mobil berisi rombongan 4 (empat) orang OTK kembali menuju desa tersebut, dan mengajak anak-anak yang sedang mandi di anak sungai.Karena takut dan sudah diperingati oleh orang tuanya, anak-anak itu melarikan diri dan selamat. Camat Bantan Jamaluddin juga membenarkan bahwa informasi yang disampaikan oleh aparat desa itu adalah benar-benar terjadi. Sindikat penculikan anak sudah gegerkan masyarakat, bahkan sudah sangat meresahkan. Pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat Kepolisian untuk menertibkan masalah ini. Camat menghimbau agar masyarakat selalu waspada, dan aparat dari tingkat RT hingga Desa agar tegas terhadap tamu-tamu asing, mewajibkan lapor selama 1x24 jam tanpa terkecuali.**/nas

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT