Narkoba Marak, Kinerja BNK Dipertanyakan

Jumat, 06 Juni 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Keberadaan Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bengkalis sebagai salah satu lembaga agar angka penyalahguna narkotika berkurang mulai dipertanyakan berbagai kalangan. Sebab, lembaga yang mendapat kucuran dana APBD cukup banyak itu tak nampak gebrakkannya alias melempem.

Demikian disampaikan Direktur Indonesia Anti Coruption Sosiaty (IACS) Bengkalis, Hambali, Jumat (6/6) di Bengkalis. Hambali juga mempertanyakan peran BNK terhadap pencegahan penyalahgunaan narkoba di Bengkalis yang kurang aktif, dan kinerja BNK tidak sebanding dengan anggaran yang dikucurkan.

"Kita heran, dalam beberapa tahun ini saya lihat penyalahguna narkoba di masyarakat makin menjadi, bahkan belasan PNS sudah masuk penjara akibat narkoba. Apa peran

BNK dalam penanganan masalah narkoba, kok terkesan fakum," kata Hambali, Jumat (6/6).

Hambali mendesak Inspektorat Kabupaten Bengkalis untuk mengaudit anggaran yang selama ini telah dikucurkan untuk menunjang kegiatan BNK. Namun, masyarakat tak tahu kegiatan apa saja yang telah dilakukan BNK.

"Kita mendesak Inspektorat mengaudit BNK Bengkalis, karena kita belum melihat aksi BNK dalam penanggulangan dan pencegahan penyalahgunaan dan peredaran secara nyata

dilapangan, padahal saya dengar tiap tahun anggarannya miliaran rupiah," kata Hambali lagi.

Sementara itu, Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo melalui Kasat Narkoba AKP Willy Kartamanah ketika diminta komentarnya oleh wartawan tentang kinerja BNK yang dinahkodai Wakil Bupati Suayatno, hanya bisa berkata prihatin.

"Kalau boleh jujur saya prihatin, karena mitra kita  sebuah organisasi pemerintah (BNK) Bengkalis ini kurang begitu aktif dalam koordinasi dengan kita. Padahal kita tahu narkoba itu musuh kita bersama dan harus diberantas bersama-sama.

Memang saya dimasukkan dalam susunan organisasi BNK tetapi apa kerja dan programnya sampai saat ini tidak belum ada langkahnya dalam menangani masalah narkoba ini,” tegas Willy.

Willy lebih lanjut menjelaskan, enam bulan terakhir tak ada satupun kegiatan BNK alias fakum, sementara kondisi para penyalahgunaan narkoba dikalangan masyarakat sudah sangat memperihatinkan.

"Seolah-olah mereka menganggap penanganan narkoba ini hanya tugas polisi, padahal kita satu tim. Jadi, Kita butuh aksi nyata dari pihak BNK, jangan hanya bisa berayun- ayun kata, karena kondisi diluar itu sudah sangat memperihatinkan, kalau kami dari kepolisian siap bekerja 24 jam untuk bekerjasama dengan semua stakholder dalam memberantas peredaran narkoba," tandasnya. [rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT