Soal Perbandingan IQ Capres, PDIP Serang PKS

Selasa, 03 Juni 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) dinilai memiliki IQ (Intelectual Quotion), EQ (Emotional Quotion) dan SQ (Spiritual Quotion) yang baik. Seorang pemimpin yang baik perlu memiliki ketiga unsur tersebut agar memiliki keseimbangan.

"Apabila IQ dan EQ saja yang dominan, tanpa SQ, maka yang terjadi adalah praktik tak benar seperti mendapatkan dana kampanye melalui korupsi impor daging sapi," kata Juru Bicara Tim Pemenangan Jokowi-JK, Hasto Kristiyanto, Jakarta, Selasa (3/6).

Menurut Hasto, intelektual mendasari pemikiran. Sedangkan kecerdasan emosi mendasari sikap. Lalu kecerdasan spiritual mendasari karakter sikap manusiawi.

"Ketiga hal itulah yang dimiliki Jokowi, sehingga Jokowi hadir sebagai pemimpin yang merakyat," sambungnya.

Hasto mengatakan hal itu guna menanggapi pernyataan dari politisi PKS, Fahri Hamzah. Wasekjen PKS itu sebelumnya pernah menyebut IQ Prabowo Subianto angkanya mencapai 152 sehingga layak dipilih sebagai presiden.

Apa yang diungkap Fahri, dinilai Hasto malah membuka kelemahan Prabowo sendiri. Karena dalam hakikatnya, manusia terdiri dari raga, pikiran, dan perasaan. Semuanya harus diolah seimbang, tidak berat sebelah.

"Jika EQ saja yang dominan, akan melahirkan gejala split of personality. Bisa saja seorang tiba-tiba emosi dan memukul orang lain, ataupun melakukan perbuatan tercela," kata Hasto.

Hasto menilai, untuk menjadi seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kepintaran saja. Namun juga kepala yang dingin, bijaksana dan rendah.

Jika pintar tetapi tidak bijak, maka hanya akan melahirkan keputusan-keputusan pragmatis, instan, dan bersifat jangka pendek. Keputusan bersifat material dan tidak humanis.

"Atas dasar hal tersebut, Fahri jangan terlalu banggalah dengan data yang belum jelas asal-usulnya, bahwa pemimpin itu hanya mengandalkan IQ tinggi saja," tutup Wasekjen PDI Perjuangan ini. [dt]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT