Laporan Kekerasan, Mendagri Serahkan Kasus Istri Jefri ke Polisi

Senin, 02 Juni 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Sesuai laporan yang diterima Polres Kampar dengan Nomor: Lp/123/VI/2014/RES/KAMPAR, terungkap peristiwa pengeroyokon yang terjadi Sabtu (31/5/14), sore sekitar pukul 14.30 WIB. Korban adalah Asmi beserta suaminya Jamal baru pulang dari kebun mereka di Pulau Berindang, Kampar, Riau.

Kejadian berawal saat korban pasutri itu melintasi lahan milik Bupati Kampar Jefri Noer yang tengah dalam proses pembersihan dan penimbunan, guna pembangunan pabrik kelapa sawit. Korban berniat hendak menemui seorang rekan yang juga tetangga korban, lalu Jamal menghentikan laju sepeda motornya di areal tersebut dan melihat-lihat ke arah penimbunan lahan yang tengah berlangsung.

Dua menit berselang, setelah mengamati aktivitas pengerjaan lahan tersebut, tiba-tiba Jefri Noer dan istrinya serta kedua ajudannya keluar dari mobil dengan Nopol BM 1 F. Mereka datang menghampiri kedua korban. Saat itulah, Eva Yuliana diduga langsung menjambak korban, mencekik dan menampar Asmi yang belum sempat naik ke atas sepada motor Jamal. 

Tidak sampai di situ, dua orang pria yang diduga sebagai ajudan Jefri Noer, turut serta menyerang Asmi hingga Asmi terlentang di atas tanah. Ternyata kasus dugaan pengeroyokan dan pengancaman oleh istri Bupati Kampar, telah sampai ke telinga Mendagri. Kemendagri menyerahkan kasus itu ke pihak Kepolisian dengan terus menjunjung tinggi azas praduga tak bersalah.

Sikap Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dalam hal ini, menyerahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. 

"Bagaimana pun kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, biar diproses oleh Kepolisian dan menunggu proses hukum yang berlaku," kata Kapuspen Kemendagri Didik Suprayito di Jakarta, Senin (2/6/14).

Saat ditanya kemungkinan Kemendagri meminta keterangan Bupati Kampar dan istrinnya, disebabkan kasus tersebut telah masuk laporan ke Polres Kampar, Didik mengaku akan menyerahkan proses itu sepenuhnya kepada pihak Kepolisian.

"Kasus itu sudah dilaporkan ke Polres dan masuk ranah hukum, jadi biarkan diproses sesuai aturan yang berlaku," ujar Didik.

Ketika dikonfirmasi, apakah Mendagri Gamawan Fauzi sudah mengetahui peristiwa tersebut. Didik mengakui, Mendagri sudah mendapat informasinya. "Tadi baru saja saya laporkan peristiwa tersebut," akunya. [rtc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT