Laporan Angka Kemiskinan Kampar Kacau dan Tak Akurat

Ahad, 01 Juni 2014 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Bupati Kampar Jefry Noer kecewa usai mendengarkan laporan-laporan dari para Camat, sebab laporan tentang angka kemiskinan yang terdapat di wilayah masing-masing amburadul. 

"Hal ini terjadi karena para Kades yang menjadi ujung tombak di masyarakat kurang menghargai para Camat sehingga data yang diinginkan dari kades tidak sempurna," ungkap Bupati Kampar H Jefry Noer, saat memimpin rapat Evaluasi pelaksanaan Program Zero Kemiskinan, Pengangguran dan Rumah-rumah Kumuh di Ruang Rapat lantai III Kantor Bupati, Jumat (30/5). 

Jefry menyebut hal ini terjadi akibat selama ini para Camat tidak melakukan pendelegasian tugas dengan cara maksimal. "Camat kurang memberikan tugas kepada bawahan, kurang komunikasi dengan Kades, kurang menjalin silaturahmi dengan baik dan ketegasan terhadap kades. Seharusnya camat itu disegani oleh para kades dan masyarakat," ungkap Jefry. 

Untuk itu, harus dilakukan rapat rutin secara bergiliran di setiap desa untuk meminta laporan tentang kendala atau hal-hal yang dirasa harus dibantu para camat. 

"Minimal satu kali sebulan dan apabila ada kades yang tidak hadir tanpa alasan yang jelas maka, panggil dan buat peringatan. Apabila pada pertemuan selanjutnya juga tidak datang laporkan kepada Bupati agar diturunkan tim pemeriksaan dari Inspektorat," tegasnya. 

Jefri Noer kembali mengingatkan bahwa apabila para Kades tidak takut atau segan terhadap Camat, bagaimana akan mengentaskan kemiskinan, pengangguran dan rumah-rumah kumuh, "Sebab ujung tombak pemerintahan di desa adalah Kades," ujarnya. 

Untuk itu lanjut Jefry lagi apabila hal ini tidak dijalankan dengan baik makanya saat ini banyak para kades yang kerjanya berjudi, dan main-main ke Pekanbaru. "Maka dari itu untuk mewujudkan lima pilar pembangunan Kabupaten Kampar seorang kades harus tangguh,"ungkapnya. 

Jefry berharap agar Kades menjadi contoh bagi masyarakat sebab menurutnya untuk itulah para Kades beberapa waktu lalu pernah diberikan pelatihan P4S dan memberikan pinjaman,"Dengan demikian bukan berarti para Kades ini jadi petani tetapi menjadi manager yang tugasnya mengontrol saja agar nantinya masyarakat bisa mencontoh," jelasnya. 

Pada kesempatan itu Jefry Noer juga mengingatkan kepada setiap para Kepala Dinas yang terlibat dalam Tim Zero untuk juga turun langsung ke masyarakat untuk meninjau usaha yang telah laksanakan oleh para petani. 

"Lakukan peninjauan secara langsung apa saja kendala-kendala yang menjadi penghalang kemajuan usaha bagi masyarakat.Bantu masyarakat yang berhasil dan promosikan kepada Bank-bank yang ada di Kampar," terangnya. 

Diakuinya bahwa untuk mewujudkan lima pilar tersebut merupakan tugas yang berat mulai dari Bupati, Kadis, Camat tidak bisa tidur serta santai saja dan mesti berlari kencang dengan kecepatan diatas 150 km/jam. 

"Kadis dan Camat segera berkeliling diwilayahnya masing-masing melihat secara langsung keadaan masyarakat, dan hingga saat ini apabila ada Kadis serta Camat yang merasa tidak sanggup melaksanakan tugas dan fungsinya dengan baik silahkan segera mengundurkan diri," tegas Jefry. [din]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT