Dari Perkampungan DMDI, Belia Islam Harus Kuasai IPTEK

Kamis, 29 Mei 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Belia (pemuda) Islam dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Sebab, Iptek adalah salah satu modal untuk mewujudkan kebangkitan dunia Islam agar sejajar dengan bangsa-bangsa yang sudah maju.

Demikian diungkapkan Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI), Datuk Mohd Ali bin Mohd Rustam yang juga anggota senator negeri jiran Malaysia, pada acara peresmian perkampungan belia DMDI di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Selasa malam (27/5).

Hadir pada malam peresmian perkampungan belia Melayu itu, Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno, Sekda Bengkalis, Burhanuddin, Asisten Huzaini, sedangkan dari Malaysia hadir Prof Datuk Dr Mohd Jamil Mukmin, Naib Pengerusi DMDI, Datuk Shabarudin Kudus, Pengurus Besar Yayasan DMDI, Mohd Nizam Omar, Pengurus Besar DMDI, Ketua Devisi Pemuda DMDI Riau, Ajis, Camat Bantan, Nazly, Kepala Desa Selatbaru dan tokoh masyarakat desa Selatbaru.

Peserta DMDI yang mengirimkan delegasi ke Perkampungan Belia DMDI Selatbaru, Aceh sebanyak 36 orang, Siak 75 orang, Sungai Apit 6 orang, Malaka 50 orang dan DMDI Provinsi Riau 20 orang. Kegiatan yang dilaksanakan hingga 30 Mei mendatang, pertunjukan kesenian dan bergaul dengan masyarakat setempat.

Mantan Menteri Besar Malaka ini mengatakan, pemuda Melayu dan Islam harus siap menghadapi era globalisasi, karena jika tidak siap maka generasi muda akan tergelincir dalam pengaruh negatif.

Caranya, belia Islam harus dibekali dengan pendidikan agama yang merupakan pondasi kehidupan.

"Disamping pendidikan agama. Belia Islam harus menambah ilmu pengetahuan guna membuka  minda (wawasan, red) dan pola pikir, sehingga kelak menjadi masyarakat Melayu yang bertamadun," ungkapnya.

Lebih lanjut Ali Rustam mengungkapkan keberadaan DMDI ini sebagai wadah untuk berhimpun masyarakat Melayu Serumpun dan Islam yang ada di penjuru dunia.

Meski dipisahkan oleh sekat-sekat batas teritorial negara, namun keberadaan orang Melayu dan Islam merupakan sebuah kekuatan untuk membangun tatanan peradaban dunia yang lebih maju.

Sementara itu, Wakil Bupati Bengkalis, Suayatno menyambut baik penyelenggaraan perkampungan belia DMDI di Desa Selatbaru.

Ini merupakan sebuah penghormatan dan penghargaan bagi masyarakat Kabupaten Bengkalis yang telah ditunjuk menjadi lokasi perkampungan belia DMDI.

"Terima kasih kepada Presiden DMDI yang telah mempercayakan Desa Selatbaru," ungkapnya.

Diungkapkan Suayatno, melalui kegiatan perkampungan belia DMDI ini akan membuka wawasan generasi muda Melayu. Kemudian mendalami khasanah kebudayaan maupun kebiasaan yang ada di kawasan melayu serumpun ini.

"Insaallah, pertemuan ini akan semakin memperkokoh keberadaan Melayu dan Islam. Kami berharap keberadaan DMDI sebagai wadah pemersatu masyarakat rumpun Melayu dan Islam, menjadi sebuah kekuatan yang mampu berbicara di level internasional. Sehingga Melayu dan Islam tidak lagi dipandang sebelah mata.

Suayatno berharap selama berada di desa Selatbaru ini, para peserta bisa membaur dan mempelajari budaya, kehidupan dan kebiasaan masyarakat setempat.

"Mudah-mudahan, setelah pulang ke negeri maupun daerah asal, rekan-rekan mendapatkan pengalaman berharga," kata Suayatno. [adv-rdi]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT