Situs Sejarah Datuk Laksmana Kurang Perhatian Pemerintah

Jumat, 23 Mei 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Akses jalan dan jembatan menuju situs sejarah Meriam Datuk Laksamana Raja Di Laut yang terletak di Desa Bukit Batu bagian laut, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis sangat memprihatinkan dan putus, karena amblas ke laut. Sampai saat ini, belum nampak perhatian Pemerintah Kabupaten Bengkalis untuk memperbaiki jalan satu-satunya menuju meriam tersebut.

Hal ini dikatakan Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Bukit Batu, Sapri, S.Pd kepada sejumlah wartawan, Jumat (23/5).

"Sangat memprihatinkan, jembatannya sudah amblas ke laut, tapi belum juga diperbaiki instansi terkait," kata Sapri

Menurut Sapri, dengan terputusnya akses tersebut pengunjung atau wasatawan tak bisa melihat dari dekat Meriam Datuk Laksamana di Muara Sungai Bukit Batu.

Meriam itu dulunya adalah satu dari belasan senjata utama pasukan Datuk Laksamana yang terkenal sebagai penakluk dalam peperangaan laut. 

"Perhatian pemerintah kita nilai masih minim, seharusnya situs-situs sejarah direnovasi sedemikian rupa terutama mempermudah pengunjung untuk melihat dari dekat, tidak seperti saat ini pengunjung tak bisa mencapai meriam karena jalannya amblas," ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Budparpora) Kecamatan Bukit Batu, Refri mengaku belum mengetahui kondisi jalan menuju situs Meriam tersebut. 

"Beberapa waktu lalu kita sudah berbicara dengan Kepala Dinas Budparpora Kabupaten Bengkalis mengenai jalan menuju rumah maupun makam Datuk Laksamana di Desa Sukajadi, Insya Allah usulan perbaikan jalannya akan dilaksanakan. Namun mengenai kondisi jembatan menuju meriam di Desa Bukit Batu bagian laut akan kita tinjau untuk dilaporkan ke pihak Kabupaten," tutup Refri. [rdi]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT