Dugaan SPPD Fiktif, Karo Hukum Pemprov Riau Dilaporkan Stafnya

Senin, 12 Mei 2014 - 00:00:16 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Kepala Biro Hukum Setdaprov Riau dilaporkan ke Gubri oleh stafnya. Ia disebut sering membuat SPPD fiktif. Sudarman, dilaporkan atas tuduhan pemalsuan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif. Parahnya, yang melaporkan kasus tersebut adalah stafnya sendiri bernama Elta Efni.

Menurut Elta, surat pemalsuan SPPD yang dilakukan Sudarman tersebut sudah keterlaluan. Karena sudah keseringan, Sudarman juga sengaja menggunakan joki menggunakan jasa stafnya yang lain.

"Saya sengaja melaporkan Pak Sudarman karena ini saya anggap sudah keterlaluan. Ini sama juga korupsi, menipu memalsukan SPPD fiktif sementara dia tidak pergi," kata Elta, Senin (12/5).

Secara rinci, Elta mengaku tidak bisa menyebutkan sudah berapa SPPD fiktif yang dilakukan Sudarman seolah-olah berangkat, tapi dia ada di kantor. Namun setiap minggu selalu ada laporan perjalanan dinas atas namanya.

"Dia memang ada juga pergi, tapi sering yang berangkat itu cuma KTP-nya aja, sementara Sudarman ada di kantor. Mungkin karena takut sewaktu-waktu dipanggil Gubernur nanti tidak ada di Pekanbaru," sindir Elta.

Sementara, Gubernur sendiri jelas melarang seorang kepala Satuan Kerja (Satker) bepergian ke Jakarta kecuali penting, itu pun harus ada izin. Kemudian tujuannya juga jelas jangan ada lagi pemborosan.

"Apa yang dilakukan Karo Hukum itu jelas bukan menjadi contoh yang baik. Semestinya Karo Hukum itu menjadi panutan bagi yang lain, karena tahu hukum," ujarnya.

Elta mengaku tak takut sama sekali jika nanti dipanggil Sudarman. Bahkan Elta mengaku siap mempertanggungjawabkan dengan memberikan saksi dan bukti kepada gubernur jika dibutuhkan.

"Karena saya tak takut inilah saya berani membuat surat itu ke gubernur. Saya siap mempertanggungjawabkanya," ungkap Elta lagi.

Sementara Karo Hukum Sudarman saat dikonfirmasi melalui telephone selulernya, enggan berbicara banyak atas laporan yang dibuat stafnya sendiri. Sudarman bahkan menilai, Elta tersebut memang seperti itu. Apa pun kebijakan atasan selalu saja ada yang dilaporkan.

"Diakan memang seperti itu, semua kebijakan baik kepala dinas, gubernur pun dilaporkan. Dia memang seperti itu. Bukan kali ini saja," ungkap Sudarman.

Walau begitu, Sudarman mengaku belum tahu bahwa dirinya sudah dilaporkan ke Gubernur terkait penggunaan SPPD fiktif termasuk subtansi dari laporan tersebut.

"Saya tak tahu, ini pun dari awak tu saya tahu. Udah ya, saya no commentlah," ujar Sudarman. [din-yar]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT