RAPP Sebut Pelaku Pengeroyokan Hingga Tewas dari PT SRP

Senin, 12 Mei 2014 - 00:00:07 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Metroterkini.com - Pihak managemen PT RAPP melalui Corporate Communications Manager PT RAPP Djarot Handoko  kepada media soal tanggapan meninggalnya warga akibat penganiayaan yang mengewaskan Hutajulu, bahwa saat ini kasusnya telah diserahkan kepada pihak berwajib (polisi). Pelaku penganiayaan adalah petugas sekuriti dari PT Satria Rajawali Persada (SPR) bukan dari RAPP.

Peristiwa meninggalnya Hutajulu akibat penganiaya oleh sekuriti yang berjaga di PT RAPP Pangkalan Kerinci Pelalawan, pada Sabtu (10/5) sekitar pukul 5.00 WIB. Saat kejadian HUtajulu hanya kedapatan membawa 22 potong tembaga yang diduga limbah kabel dari dalam kawasan pabrik. Tampa ampun saat beberapa sekuriti langsung menghajar hingga korban pingsan dan akhirnya meninggal dunia.

"Korban meninggal adalah salah seorang diduga pencuri. Adapun pelaku pemukulan yang merupakan anggota sekuriti yang sudah diamankan oleh pihak berwajib untuk diproses secara hukum," ujar Corpcom Head RAPP, Djarot Handoko.

Perbuatan securiti yang bertugas di PT RAPP, menurut saksi mata korban diperlakukan seperti binatang, kepala dan badan korban luka parah, saksi mata ini menyebutkan korban yang sudah separo mati ini baru selanjutnya diserahkan ke Polsek Pangkalan Kerinci, pada hari yang sama sekitar pukul 13.30 WIB.

"Diperkirakan dari selisih jam itu, korban terus di anaya hingga tak berdaya," Jelasnya.

Kapolsek Pangkalan Kerinci, Kompol, Arwin, yang dikonfirmasi melalui telpon, membenarkan kejadian ini, dijelaskannya lorban sampai di Mapolsek Pangkalan Kerinci dalam keadaan babak belur. Seterusnya Polsi merujuk korban ke Rumah sakit karena situasinya sangat parah.

"Malam tadi korban meninggal di Rumah Sakit," jelas Arwin, Senin (12/5). 

Atas kejadian ini Polisi telah memeriksa beberapa orang sekuriti dan satu diantara mereka sudah dinyatakan tersangka dan diamankan di Mapolsek Pangkalan Kerinci.

"Tersangka lain mungkin akan bertambah seiring BAP yang akan dilakukan unit Reskrim, karena penganiayaan ini diduga dilakukan bersama-sama," tukasnya. [BS]


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT