Diduga Penuh Rekayasa, Wartawan Dilarang Liput Sidang Terbuka

Rabu, 27 Oktober 2010 - 18:20:25 WIB
Share Tweet Instagram

TEMBILAHAN [metroterkini.com] - Sejumlah Wartawan yang meliput di PN Tembilahan Memprotes Kepala Pengadilan Negeri Tembilahan, R. Rudi Kindarto, SH. Pasalnya dalam sidang terbuka terdakwa Kepemilikan senjata api Rakitan, sejumlah wartawan dilarang meliput, proses sidang tersebut. Pelarangan meliput oleh Ketua PN Tembilahan ini, terjadi ketika kontributor Zamrudtv.com, Hordani hendak meliput jalan nya sidang, Rabu (27/10), Pelarangan di duga sidang terbuka ini sarat dengan Rekayasa. Aroganya Kepala PN Tembilahan ini, di sesalkan sejumlah Kalangan, Sebab Dalam sidang terbuka, Siapapun boleh memasuki ruangan sidang, asal tertib dan tidak menggangu jalannya Sidang yang sedang berlangsung tersebut. Kronologis pelarangan meliput sidang di PN tembilahan, itu terjadi ketika sidang berjalan, tiba-tiba Kepala PN tembilahan, menegur salah seorang kontributor zamrudtv.com yang baru saja siap-siap angkat camera untuk mengambil gambar proses jalannya sidang. "Buat saudara yang di belakang kalau ingin mengambil gambar tolong minta ijin dulu sama terdakwa, saudara tidak dibenarkan mengambil gambar terdakwa, karena ini baru azas praduga tak bersalah, nanti saudara bisa dituntut," Ujar Rudi Kindarto, Ketika sidang Berlangsung. Merasa kaget bercampur malu mendengar ucapan Ketua PN tersebut, spontan saja Hordani si Kontributor Zamrudtv.com langsung keluar dari ruang sidang. Melihat Hordani di perlakukan seperti itu, sejumlah wartawan yang sama meliput saat itu akhirnya spontan sama - sama keluar dari ruangan sidang. Salah seorang wartawan seniorpun angkat bicara, akan mempertanyakan ke pada ketua PN tembilahan, aturan dan UU mana yang melarang wartawan mengambil gambar terdakwa, dalam sidang terbuka. "Kita harus pertanyakan sama hakim tersebut, Undang - Undang mana yang mengatur wartawan mau meliput sidang harus minta ijin dulu sama terdakwa,"ujarnya di katakanya, "Ini sama aja menghalang-halangi tugas wartawan," Tukasnya menyesalkan aksi arogan hakim ini. Ketika di kompirmasi kepada Kepala PN Tembilahan R. Rudi Kindarto, SH, beliau mengaku minta maaf atas keteledoranya, namun beliau tetap meminta wartawan harus meminta ijin dahulu kepada hakim ketua jika ingin meliput jalan nya sidang meski selama ini ketentuan ini belum pernah ada. "Yang jelas, setiap ingin melakukan peliputan jalannya sidang harus ijin pada pimpinan sidang," Ujarnya.***/mtc/Lol


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT