Proyek Penimbunan Pantai Rupat Diduga Salahi Aturan

Senin, 25 Oktober 2010 - 05:10:54 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

BENGKALIS [metroterkini.com] - Proyek penimbunan pantai Rupat Utara senilai Rp. 666.000.000 diduga menyalahi ketentuan dokumen pascakualifikasi. Jika merujuk hal tersebut dinilai masyarakat telah mengakibatkan kerugian negara akibat pekerjaan penimbunan pasir. Kejanggalan proyek pengurukan dan penimbunan dilingkungan Dinaas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olehraga Bengkalis ini telah banyak kejanggalan. Mulai dari prakualifiaksi sampai pengumuman pemenangnya ditemukan kejanggalan. Perusahaan pemenangnya juga dinilai tidak memenuhi persyaratan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Menurut sumber pada metroterkini.com, Senin (24/10) di Bengkalis menyebutkan, pekerjaan penimbunan tersebut sudah menyalahi dokumen prakualifikasi. "Seharusnya pasir untuk pengurukan adalah pasir eks Pulau Rupat, namun kenyataanya dilapangan digunakan pasir Pulau Rupat. Jika demikian negara dirugikan karena harga pasir Rupat dengan pasir eks Rupat sangat jauh harganya," ujar sumber yang minta namanya tidak disebutkan. Tambah sumber, pembersihan lahan juga dikerjakan sembarangan dan tidak sesuai dengan ketentuan yang seharusnya dilakukan dengan membuang semak dan pohon-pohon serta akar tetapi kenyataanya ditempat penimbuhan masih ditemukan akar-akar kayu. Saat hal ini dikonfirmasi pada KPA Dinaas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olehraga Bengkalis, Yuslinur melalui pesan singkatnya, soal tersebut silakan langsung dikonfirmasi ke PPTK, H Otbel. Menurut H Otbel pihaknya mengakui menggunakan material pasir timbun dari Pulau Rupat, bukan eks Pulau Rupat. "Betul pak kami gunakan pasir Pulau Rupat, karena ini permintaan sebagian masyarakat," ujarnya singkat sambil menutup telpon. Sementara proyek ini dikerjaan oleh salah seorang pengusaha asal Bengkalis yang menetap di Rupat, dan perusahaan pemenangnya adalah perusahaan yang dipinjam. "Memang benar pak, kita gunakan pasir setempat," ujarnya kontraktor pada metroterkini.com.**nsd

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT