Warga Tangkap Illog, Dua Pelaku Kabur dari Polres Bengkalis

Kamis, 01 Mei 2014 - 00:00:15 WIB
Share Tweet Instagram

[metroterkini.com] - Puluhan warga Desa Temeran, Kecamatan Bengkalis, Rabu (30/4) malam sekitar pukul 19.00 WIB menangkap satu ton kaju jenis papan tanpa dokumen yang diangkut dengan gerobak ditarik motor Iwen alias inten (22) dan Adi (19) keduanya warga Desa Ketam Putih, Kecamatan Bengkalis yang membawa kayu tersebut mengaku, kayu tersebut berasal Shawmill Keri warga Ketam Putih.

Sementara geroba dan sepeda motor menurut Inten disewa. Gerobak disewa dari Wahab, edangkan sepeda motor disewa dari Amri masing-masing sewanya Rp50 ribu sekali jalan.

Menurut Inten, kayu itu dibeli Edi warga Sungai Alam dari kilang kayu (sawmill) milik Keri warga Ketam Putih. Selaku pengantar, Inten dan rekannya mendapat upah Rp300 ribu.

"Saya hanya mengantar, kayu ini milik Edi warga Sungai Alam dibeli dari kilang Keri warga Ketam Putih," kata Inten. Namun, ketika melintas di jalan raya Desa Temeran mereka ditangkap puluhan warga yang suda menunggu dari sore.

Penangkapan ini membuat Inten dan Adi kaget. Inten kemudian menelpon saudaranya berinisial Is yang berdinas di Mapolsek Bengkalis. Berselang beberapa menit kemudian Is muncul di TKP dan mencoba berdialok dengan warga agar kayu yang dibawa kerabatnya itu dilepasakan. Namun warga menolak dan ingin kasus ini diproses hukum. Warga yang kesal sempat mengempesi ban gerobak bermuatan kayu tersebut. Namun, berhasil dicegah tetua desa.

Setelah berunding beberapa jam, dan berdasarkan arahan dari Kapolres Bengkalis, akhirnya warga membawa kayu illog berikut tersangka ke Mapolsek Bengkalis guna diproses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk memasukkan gerobak ke Mapolsek warga dan kedua tersangka melepasa ikatan sepeda motor dari gerobak. Ketika warga dan Adi (salah satu) tersangka memutar gerobak, tersangka Inten kabur dengan sepeda motor yang semula digunakan menarik gerobak.

Kaburnya Inten membuat warga kesal. Namun demikian warga tetap melaporkan perkara dugaan illegal logging ini ke Mapolsek.

Sampai di warga kemudian langsung membuat laporan dan dicatat oleh salah seorang petugas piket. Sementara personel yang lain yang ada di penjagaan asyk main game dan seolah tak terpengaruh atas ketadangan warga.

Warga kemudian membawa Adi ke ruangan, namun oleh petugas yang mencatat identitas pelaku, Adi disuruh keluar dulu baru kemudian identitasnya dicatat. Sementara Is yang mengenakan training hitam les merah dipadu kaos warna biru malam itu terlihat sebuk dengan butiran keringat di keningnya.

Is tak henti-hentinya mengeluh atas penangkapan tersebut. Sementara Adi yang memakai jaket warna biru duduk di jok sepeda motor di teras depan pintu masuk.

Beberapa saat kemudian Adi kembali duduk di jok sepeda motor di teras pintu masuk Mapolres. Tak lama kemudian Adi masuk ke dalam Mapolres dan kemudian menghilang. Setelah dicek ternyata pintuk belakang Mapolres terbuka. Diduga Adi kabur melalui pintu belakang.

Tak lama Adi kabur, muncul Kepala Unit Reskrim Polsek Bengkalis. Baru saja turun dari mobilnya ia langsung menanyakan siapa tersangkanya kepada anggota piket. 

Mengetahui Kanitnya datang seluruh personel yang piket malam itupun sibuk dan mencari tersangka. Namun, pencariannya sia-sia.

Malam itu, kedua tersangka dari satu alat bukti, yakni sepeda motor Revo luput dari proses hukum. Kejadian ini membuat warga semakin kecewa. Mereka kecewa karena personel yang piket malam itu kurang tanggap atas perkara ini.

"Kami kecewa, setelah sampai di Polsek tersangkanya kabur," kata salah seorang warga.

Tebang pilih

Ditangkap kayu olahan yang dibawa Adi dan Inten, ini tidak terlepas dengan perkara illegal logging yang ditimpahkan kepada Salim warga Desa Temeran oleh penyidik Polres Bengkalis pada 30 Januari 2014 lalu.

Salim yang saat ini mendekam di Lapas Bengkalis karena membeli 30 keping papan dari pedagang kayu gerobak dari Desa Penebal untuk mengganti dinding rumahnya yang sudah reot. 

Perkara illegal logging yang menima Salim ini, membuat keluarga besar Salim berang. Mereka menilai penegak hukum tebang pilih. Pasalnya, hampir tiap malam geroba mengangkut kayu illegal dari Desa Ketam Putih menuju Kota Bengkalis melintas di desa mereka dan dibiarkan aparat.

Akhirnya kesabaran keluarga Salim habis. Mereka kemudian menyetop dan menangkap Adi dan Inten yang tengah membawa kayu sebanyak 1 ton dari Desa Ketam Putih menuju Kota Bengkalis.

Namun, proses hukumnya terancam mandek. Sebab, Adi dan Inten yang merupakan keluarga Is anggota Polse Bengkalis lolos alias melarikan diri.

Inten kabur ketika warga tengah memutar geroba masuk ke areal parkir Mapolsek. Sedangkan Adi kabur melalui pintu belakang Mapolse yang memang tak ditutup.

Sementara itu, Waka Polsek Bengkalis, Ipda  Aspikar kepada sejumlah wartawan, Kamis (1/5/14) siang, membenarkan ada pelaporan dari masyarakat Temeran yang menangkap Illog yang melintas di Temeran yang tujuanya dibawa ke Bengkalis.

"Memang benar, tadi malam ada beberapa warga Desa Temeran yang melapor ke kami mengaku telah menangkap Illog dan membawa BB sekalian dan memang kedua orang yang seharusnya sebagai tersangka itu kabur sebelum diketahui asal muasal identitasnya, makanya di warga temeran yang melapor tersebut melihat kedua orang tersebut, kita minta segera memberitahukan pada pihak kami, " terang Aspikar.

Saat disinggung, kayu olahan tanpa dokumen resmi yang ditangkap warga Temeran itu dibeking oknum aparat. Aspikar menegaskan akan menindak oknum bersangkutan tersebut, jika memang terbukti.

"Tapi karena dua orang yang dilaporkan wara Temeran itu kabur sebelum dilakukan pemeriksaan, maka kita belum dapat mengorek keterangannya, apakah benar ada keterlibatan aparat apa tidak, sebab itu kami berharap pada warga Temeran jika suatu saat ini melihat kedua orang itu agar segera melapor ke pihak berwajib," ujarnya. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT