Ngaku Dept Kolektor, Komplotan Pencuri Mobil Ditangkap

Rabu, 30 April 2014 - 00:00:17 WIB
Share Tweet Instagram

[metroterkini.com] - Jajaran Polres Kampar Riau berhasil menciduk dua dari lima pelaku kasus perampasan mobil (curas) dengan korban Dedi Ilham yang mengemudi mobil Toyota Avanza A 1459 G. Saat melakukan aksinya pelaku mengaku sebagai Kolektor Eksternal PT SMS (Sinar Mitra Sepadan) Finance, pada Selasa (29/4/14) sekira pukul 13.00 WIB. Sementara tiga pelaku lainnya masih diburu. 

Kedua pelaku yakni Birman Nanginggolan (29) tahun warga Simpang Palas Kecamatan Rumbai, Pekanbaru dan Jakson Lumban Siantar (29) tahun warga Pasir Putih Kecamatan, Siak Hulu Kabupaten Kampar. Kedua pelaku ini ditangkap berdasarkan Laporan Polisi Nomor : LP/30/VI/2014/Riau/Res Kmpr/Sek Tpg tertanggal 29 April 2014. Korbannya adalah Dedi Ilham yang mengemudi mobil Toyota Avanza A 1459 G. 

"Mereka ditangkap di Jalan Raya Petapahan Kecamatan Tapung, saat anggota melakukan razia kendaraan karena sudah mendapatkan laporan dari korban," terang Kapolres Kampar AKBP Ery Apriyono melalui Kapolsek Tapung Kompol Jufrizal, Rabu (30/4). 

Penangkapan pada Selasa (29/4) kemarin, saat korban melintas di Pasar Krikil, Desa Kijang Rejo, Kecamatan Tapung dengan mobilnya untuk berjualan alat rumah tangga seperti kuali dan lain-lain. 

Tiba-tiba pelaku Briman dan 4 kawannya memepet mobil korban dengan cara melintangkan mobil Avanza B 1961 PKB warna hitam beserta sepeda motor jenis Honda Mega Pro yang digunakan pelaku sehingga mobil yang dikendarai korban berhenti. 

Kelima pelaku turun dari mobil dan menghampiri korban sambil mengambil kunci kontak mobil milik korban dan selanjutnya menyuruh korban turun dari mobil dengan alasan mobil yang dikendarai korban bermasalah karena melakukan tunggakan pembayaran selama 10 bulan di PT SMS. Tanpa basa basi pelaku langsung membawa pergi mobil milik korban dan meninggalkannya di lokasi. Kemudian korban melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Tapung. 

"Mendapat laporan itu, anggota langsung mendatangi TKP dan melakukan razia di depan Polsek dan sekitar pukul 13.00 WIB mobil korban melintas di Jalan Petapahan yang dikendarai oleh dua pelaku 2 dua pelaku Birman dan Jakson," jelasnya. 

Sementara tiga orang teman pelaku yang mengendarai mobil Toyota Avanza B 1961 PKB dan Honda Pro yang dikendarai 3 pelaku lainnya yaitu Hh, Ht dan Ha, tidak ditemukan. 

"Anggota langsung melakukan pencarian untuk mengejar ketiganya namun tidak ditemukan," terangnya. 

Saat pemeriksaan di kantor polisi, kedua pelaku mengaku sebagai Debt Colektor Eksternal dari PT SMS yang diperintahkan oleh rekanan di Jakarta. "Anehnya Surat Kuasa Colektor Eksternal tersebut ditanda tangani dari Jakarta tetapi blangkonya dari PT SMS Cabang Pekanbaru," ungkapnya.

"Kami akan terus kembangkan kasus ini karena yang dilakukan Collector External seperti kejadian ini sudah sangat meresahkan dan pihak Perusahaan PT SMS baik cabang di Pekanbaru maupun yang berada di Pusat, akan segera dipanggil," tuturnya. 

Dari hasil pemeriksaan terhadap korban, diketahui ia tidak pernah melakukan tunggakan pembayaran sekali pun, "Pengakuan korban justru uang angsuran kredit telah disetorkan kepada Kolektor PT.SMS Cabang Pandeglang Banten, akan tetapi uang angsuran pelaku tidak disetorkan kolektor ke perusahaan," terangnya.

Kasus ini ini pun sudah dilaporkan ke Polisi setempat dan diketahui oleh Pimpinan Cabang PT.SMS di Pandeglang. "Dari pengakuan pelaku penarikan setiap mobil ini mendapatkan upah Rp10 Juta, dan saat ini pelaku bersama barang bukti berupa 1 unit mobil Toyota Avanza A 1459 G warna hitam dan alat-alat rumah tangga sudah di amankan di Mapolsek Tapung," tuturnya. [man-rt]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT