Temuan Terbaru: Lebah Mampu Obati HIV/AIDS

Jumat, 18 April 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

[metroterkini.com] - Sampai saat ini HIV/AIDS masih dianggap sebagai salah satu penyakit mematikan yang belum berhasil ditemukan obatnya, Ladies. Akan tetapi, perkembangan ilmu kedokteran dan sains Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, berhasil menepis anggapan tersebut. 

Pasalnya, mereka mengklaim telah berhasil menemukan obat untuk mengobati HIV/AIDS yang berasal dari air liur dan racun lebah.

Pusat Studi Perlebahan Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga (LPT Unair), Surabaya sedang melakukan uji klinis terhadap manfaat propolis lebah bagi kesembuhan pasien HIV/AIDS. Penelitian dengan menggunakan lebah ini adalah yang pertama kali di Indonesia dengan melakukan uji coba klinis terhadap seorang pasien laki-laki dewasa penderita HIV/AIDS yang sedang dalam keadaan koma.

Hasilnya, dalam tiga pekan diberikan perawatan, terjadi perubahan pada pasien. James Hutagalung, Ketua Pusat Studi Perlebahan LPT Unair, mengatakan bahwa selama terapi, pasien diberi propolis dosis 500 miligram tiga kali sehari serta diberikan terapi sengat lebah satu pekan sekali.

Di sisi lain, dikutip dari tempo.co, Direktur Lembaga Penyakit Tropis Universitas Airlangga, Nasronuddin, meyakini sengatan lebah mampu membunuh virus HIV dalam tubuh pasien, di mana dalam tubuh lebah terkandung bahan yang bisa menyembuhkan dan mengandung propolis.

Salah satu cara kerjanya adalah melalui sengatan lebah yang akan merambatkan nano molekuler masuk ke aliran darah dan mencari sel yang terpapar virus HIV. Sel-sel tubuh yang terpapar itu dikejar dan dibunuh tanpa mempengaruhi sel lain yang masih sehat. Selain nano molekuler, sengatan lebah juga mengandungan propolis yang berfungsi menaikkan daya tahan tubuh pasien.

Atas dasar keyakinan akan metode pengobatan ini, maka LPT Unair akan segera menerapkan metode ini ke pasien HIV/AIDS. Lebih dari itu, PT Bio Farma juga sudah melihat potensi perkembangan metode pengobatan ini sehingga berkeinginan untuk mengembangkannya secara komersil.

Semoga temuan ini segera dapat berkembang dan bermanfaat bagi para penderita penyakit mematikan ini. [ndn]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT