Jokowi Minta Perang Rusia dan Ukraina Dihentikan 

Sabtu, 14 Mei 2022 - 22:30:49 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Presiden Joko Widodo menyerukan untuk menghentikan perang di Ukraina sekarang juga pada KTT Khusus ASEAN-AS di Washington DC, Amerika Serikat. Karena perang yang terjadi di Ukraina telah menciptakan tragedi kemanusiaan dan memperburuk perekonomian dunia. 

Dikutip dari Antara, dampak ekonomi akibat perang yang terasa yakni meningkatnya harga pangan, energi, sehingga dapat memicuni naiknya inflasi. Hal tersebut dapat membebani perekonmian dan memperlambat tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di negara berkembang dan kurang berkembang. 

"Saat dunia seharusnya segera pulih dari pandemi Covid-19, dunia menghadapi masalah baru, perang di Ukraina. Saat dunia membutuhkan kerja sama dan kolaborasi, justru rivalitas dan konfrontasi makin menajam. Saat dunia membutuhkan multilateralisme yang makin kokoh justru unilateralisme yang makin mengemuka," kata Jokowi, Jumat (13/5/2022). 

Jokowi menyebut jika perang yang terjadi di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin, sehingga perdamaian dapat terwujud. Oleh sebab itu, para pemimpin dunia harus turut berpartisipasi agar perang tersebut dapat dihentikan. 

Selain dampak ekonomi, perang juga telah melemahkan multilateralisme dan berpotensi memecah belah hubungan antar negara. 

"Perang tidak akan menguntungkan siapa pun. Dunia tidak memiliki pilihan lain kecuali menghentikan perang sekarang juga. Setiap negara, setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk menciptakan enabling environment agar perang dapat dihentikan, perdamaian dapat terwujud," ungkap Jokowi. 

Sebelumnya, Presiden Jokowi sempat berbicara dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky lewat sambungan telpon pada Rabu (27/4/2022). 

Selain membahas tentang kondisi perkembangan situasi di Ukraina, Zelensky pada kesempatan tersebut juga meminta kepada Indonesia untuk memberikan bantuan persenjataan. Namun, Jokowi mengatakan bahwa Indonesia menolak memberikan bantuan persejataan, karena hal tersebut tidak sesuai dengan prinsip politik luar negeri Indonesia. 

"Saya menegaskan bahwa sesuai dengan amanat konstitusi Indonesia dan prinsip politik luar negeri Indonesia, melarang pemberian bantuan persenjataan kepada negara lain," jelas Jokowi, (29/4/2022). 

Walapun Indonesia tidak akan memberikan bantuan persenjataan, akan tetapi Indonesia menyampaikan kesiapannya untuk memberikan bantuan kemanusiaan.

Pada kesempatan tersebut, Jokowi turut menyampaikan harapannya agar perang dapat segera dihentikan dan ada solusi damai melalui perundingan yang dapat dikedepankan. Oleh sebab itu, sebagai tuan rumah presidensi G20, Indonesia akan mengundang Presiden Zelensky untuk hadir dalam acara tersebut. 

"Kita paham bahwa G20 memiliki peran sebagai katalisator dalam pemulihan ekonomi dunia dan kalau kita bicara mengenai pemulihan ekonomi dunia maka terdapat dua hal besar yang mempengaruhi saat ini yaitu yang pertama pandemi Covid-19 dan yang kedua perang di Ukraina," jelas Jokowi. 

"Dalam konteks inilah maka dalam pembicaraan telepon kemarin saya mengundang presiden Volodymyr Zelensky untuk hadir dalam KTT G20," tambahnya. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT