Bagikan Baju, Maimanah Umar Dilaporkan Ke Polda Riau

Senin, 07 April 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Pekanbaru - Seorang calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Maimanah Umar disangkakan terlibat politik uang dengan cara membagi-bagikan baju batik ke masyarakat. Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Riau, akhirnya melaporkan yang bersangkutan ke Polda Riau.

Menurut laporan Bawaslu di Polda Riau, Senin (7/4), kronologi kejadian menurut laporan tersebut, terlapor memberikan baju batik kepada peserta kampanye dengan maksud agar warga memilihnya pada 9 April, saat pencoblosan.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo kepada pers mengatakan telah menerima informasi tersebut. "Kalau sudah dilaporkan tentu akan ditindaklanjuti," katanya.

Kasus ini dilaporkan oleh Ketua Bawaslu Edy Syarifudin pada Jumat (4/4) dengan waktu kejadian yakni 28 Maret 2014 sekitar pukul 21.30 WIB di Perumahan Anggrek Blok G Jalan Rambah Raya, Kubang, Kecamatan Siak Hulu, Kampar. Maimanah Umar merupakan calon anggota DPD RI dengan nomor urut 11.

Bawaslu mengakui ada indikasi politik uang dalam perkara tersebut sehingga patut disangkakan dengan pasal pidana. "Untuk menetapkan tersangka tidak harus terburu-buru, karena ada mekanisme yang harus dilalui," kata Humas Polda Riau.

Menurut informasinya, indikasi politik uang itu sebelumnya disampaikan oleh Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Riau ke Bawaslu serta berita di media yang menyampaikan telah terjadinya politik uang dengan membagikan bahan baju serta baju batik untuk masyarakat dan tenaga pendidik di sejumlah sekolah.

Usman mengatakan, menjelang Pemilihan Umum Legislatif 2014, pihaknya mengawasi kampanye di Kabupaten Bengkalis, Siak, Indragiri Hilir, dan Kampar serta Kota Pekanbaru.

Dari lima daerah ini, kata Usman, politik uang yang menjadi temuan bisa dalam bentuk uang langsung maupun barang-barang. "Ada partai atau caleg yang memberikan baju koko ke masyarakat, kemudian sembako dan jilbab serta sepatu dan lainnya," kata dia. Fitra telah melaporkan temuan tersebut ke Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) yang disiapkan di masing-masing desa/kelurahan dan kecamatan. [ndn-ant]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT