Gegara Google Maps, Sekeluarga Minta Tolong Basarnas 

Selasa, 25 Januari 2022 - 14:31:52 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Gara-gara mengikuti Google Maps, satu keluarga yang menumpang mobil tersesat di tengah hutan kawasan Muara Badak, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. 

Basarnas pun sampai turun tangan untuk menolong keluarga yang tersesat tersebut. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Kaltimtara Melkianus Kotta melalui Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo mengungkapkan bagaimana satu keluarga tersebut bisa tersasar ke jalur hauling pada Jumat (21/1/2022). 

Penumpang mobil itu yakni Agus (30) yang menyopir, kemudian istrinya Melani (26), dua anaknya yaitu Febiyana (5) dan Ramaditya (9 bulan), serta seorang lansia. 

Dwi Adi Wibowo menuturkan, Agus yang membawa mobil menerangkan, tujuan mereka ke Bontang adalah ingin memperpanjang pajak mobil yang mereka kendarai saat itu. Sebab, mobil bernomor polisi KT 1141 D memang berasal dari Kota Taman dan mereka tidak mengetahui bahwa pergantian STNK dan plat kendaraan bisa dilaksanakan di mana saja. 

Mereka melakukan perjalanan dari Balikpapan ke Samarinda pada pukul 03.00 Wita melalui Jalan Tol Balikpapan-Samarinda. Pada pukul 05.00 Wita, mereka keluar dari jalan tol dan mengambil jalur Samarinda Seberang ke Kota Samarinda. 

Mereka pun mengikuti panduan dari aplikasi Google Maps saat memasuki area Jalan PM Noor, Samarinda Utara, karena sudah bertahun-tahun tidak pernah lagi menginjakkan kaki di Kota Bontang. Awalnya, perjalanan mereka lancar sampai di Bandara APT Pranoto pada pukul 06.00 Wita. 

Setelahnya, mereka diarahkan untuk berbelok ke wilayah Desa Budaya, Sungai Bawang.   Mereka melewati 6 kilometer jalan beraspal dan meyakini bahwa jalur tersebut merupakan jalan provinsi. 

"Lewat 6 kilometer itu, mereka mulai ketemu jalan berlumpur. Karena enggak masuk akal, jarak 8 kilometer mereka putar kembali," kata Dwi Adi Wibowo, seperti dilansir TribunKaltim.co, Senin (24/1/2022). 

Setelah dapat kembali ke jalan beraspal, Google Maps kembali mengarahkan keluarga tersebut berbelok ke kiri yang juga merupakan jalan berlumpur. "Masuk 600 meter ketemu tanjakan. Nah, di sini baru mereka sadar sudah kesasar," kata Dwi Adi Wibowo. 

Mobil yang dibawa Agus kemudian terperosok turun setelah menghadapi jalan menanjak dan licin. Agus pun tidak bisa lagi memutarbalikkan kendaraan mereka. Beruntungnya, mereka masih mendapatkan sinyal. Meski di tengah kepanikan, Agus mencoba menghubungi semua kolega yang ada hingga akhirnya salah satu keluarga di Balikpapan mengarahkan mereka menghubungi 115 yang merupakan nomor darurat Basarnas. [kmc-mtc]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT