Omicron Mirip Flu tapi Tenggorokan Nyeri atau Gatal 

Senin, 24 Januari 2022 - 14:29:45 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Dokter Spesialis Paru Konsultan, Dr dr Erlina Burhan MSc., Sp.P(K) mengungkapkan gejala khas Omicron yang membedakannya dari penyakit lain. Dipaparkan dalam diskusi daring bertajuk "Super Immunity on Covid-19 : What and How?", Sabtu (22/1/2022).

Erlina berkata gejala-gejala khas dari infeksi Omicron antara lain: 

- Hidung tersumbat atau rinore 
- Batuk 
- Nyeri tenggorok 
- Tenggorokan gatal 

"Jadi gejala klinis yang khas dan terbanyak dari infeksi Omicron ini adalah hidung tersumbat atau rinore, dan gejala khas lainnya adalah batuk, nyeri tenggorok, terutama tenggorokan gatal," kata dia. 

Gejala lainnya lagi yang cukup sering tapi tidak khas dialami pasien Omicron adalah mudah lelah, sakit kepala, dan nyeri otot. Dengan indikasi gejala-gejala ringan yang hampir menyerupai sakit flu ini. 

Erlina mengingatkan agar petugas kesehatan lebih memperhatikan lagi perbedaannya. "Tolong dicermati ini, gejala yang khas (infeksi Omicron). Memang sedikit mirip dengan flu, tapi flu itu jarang loh nyeri tenggorok dan jarang tenggorokan gatal," jelasnya. 

"Flu biasanya pilek yang disertai batuk," tambahnya. Omicron menyerang bronkus Berdasarkan data laporan CDC dari 43 kasus infeksi Omicron di Amerika Serikat bulan Desember 2021, gejala yang paling sering dilaporkan adalah sebagai berikut: 

- Batuk, 89 persen 
- Fatigue (kelelahan), 65 persen 
- Hidung tersumbat atau rinore, 59 persen 
- Demam, 38 persen 
- Mual atau muntah, 22 persen 
- Sesak napas, 16 persen 
- Diare, 11 persen 
- Anosmia atau ageusia, 8 persen 

Hal ini mungkin karena varian Omicron  lebih menyerang bronkus daripada paru-paru. Diungkapkan oleh Erlina, sebuah studi dari HKUMed Hong Kong membandingkan nilai TCID50 di bronkus dan paru akibat infeksi varian Omicron, Delta, atau virus corona varian awal yang ditemukan pertama kali di Wuhan, China. 

Untuk diketahui, TCID50 adalah media tissue culture infectious dose yang menandakan titer atau banyaknya virus di jaringan. 

Hasil studi itu menunjukkan, untuk di bronkus, varian Omicron memiliki laju infeksi dan replikasi 70 kali lebih tinggi dari varian Delta dan varian awal. Akan tetapi di paru, laju infeksi dan replikasi varian Omicron 10 kali lebih rendah dari varian awal. 

"Jadi lebih banyak bereplikasi dan berkembangbiaknya dia (Omicron) hingga keterlibatan peradangannya lebih banyak terjadi di bronkus untuk Omicron dibandingkan varian Delta atau varian dari Wuhan," kata Erlina. 

Padahal, bronkus adalah cabang batang tenggorokan yang terletak setelah tenggorokan (trachea) sebelum paru-paru. Bagian ini merupakan saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus. Selain sebagai jalur masuk dan keluarnya udara, bronkus juga berfungsi untuk mencegah infeksi. 

"Inilah kenapa gejala-gejala dari infeksi Omicron itu banyaknya adalah yang berurusan dengan saluran napas," tambah Erlina. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT