Lima Desa Ancam Golput, KPU Riau Minta Tanggap

Kamis, 03 April 2014 - 00:00:13 WIB
Share Tweet Google +

Pekanbaru - Ancaman pemilih golongan putih (golput) secara massal dari masyarakat lima desa Kampar-Rohul Riau perlu perhatian khusus dari KPU Riau dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) pada 9 April 2014 mendatang.

Pasalnya, hingga saat ini, masyarakat tersebut masih menginginkan mereka tetap terdaftar di Kabupaten Rohul sebagai pemilik suara yang sah. Sementara berdasarkan keputusan dari Pemerintah Pusat, pada Pileg tahun ini, lima desa masuk pemilihan wilayah Kabupaten Kampar.

Wakil Bupati Rohul, Hafith Syukri saat menghadiri Rapat Koordinasi Gubernur Riau dengan bupati/walikota, camat dan lurah se-Provinsi Riau, Rabu (2/4) mengatakan, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Riau harus bisa mengambil sikap tegas.

"KPU Riau harus bisa mengakomodir permintaan masyarakat lima desa, karena nantinya akan berdampak pada jalannya Pemilu 2014," tegas Hafith.

Dijelaskannya, lebih kurang 95 persen dari masyarakat lima desa tersebut memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) asal Kabupaten Rohul. "Dikhawatirkan nantinya akan terjadi golput," tegas Hafith.

Bahkan katanya, cukup banyak calon legislatif (caleg) yang berasal dari Rohul dan sudah melakukan sosialisasi beriringan dengan kampanye mereka.

"Bagaimana pun ini harus menjadi perhatian bagi KPU Riau untuk disampaikan kembali ke Pemerintah Pusat," harapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua KPU Riau, Nurhamin mengaku akan kembali menyampaikan hal ini kepada KPU RI. Dirinya berharap agar ada solusi tegas nantinya setelah dikoordinasikan.

"Kita akan sampaikan keluhan ini kepada KPU RI, saya yakin ada solusi terbaik nantinya," kata Nurhamin.

Penetapan lima desa masuk dalam zona Kampar merupakan hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KPU se-Indonesia pada 15 Februari 2014 lalu. Kelima desa tersebut antara lain Tanah Datar, Rimbo Jaya, Rimbo Makmur, Muara Intan, dan Intan Jaya. [ndn-gr]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT