Penyanyi Anti-Vaksin Meninggal Setelah Sengaja Tertular Covid

Jumat, 21 Januari 2022 - 11:49:06 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Seorang penyanyi asal Republik Ceko, Hana Horka (57) meninggal dunia setelah sengaja tertular Covid, Minggu (16/1/2022). Hana memilih sengaja terinfeksi agar mendapatkan kekebalan daripada harus menerima suntikan vaksin. 

Dikutip dari BBC (21/1/2022), putra Hana, Jan Rek mengatakan, Hana sengaja terinfeksi agar bisa mendapatkan izin ke tempat umum seperti bioskop, bar, dan cafe. Bukti vaksinasi atau infeksi diperlukan untuk mengakses fasilitas budaya dan olahraga serta untuk perjalanan dan untuk mengunjungi bar dan restoran di negara anggota Uni Eropa, yang menghadapi jumlah Covid-19 yang melonjak. 

Hana sengaja tertular saat Jan dan ayahnya terkena virus selama Natal, Desember 2021. Namun berbeda dengan keduanya, Hana termasuk golongan antivaksin dan belum mendapatkan suntikan vaksin. 

"Dia seharusnya diisolasi selama seminggu karena kami dites positif. Tapi dia bersama kami sepanjang waktu," kata Jan. 

Jan Rek menyalahkan kematian ibunya pada gerakan anti-vaksin. Menurutnya, pemimpin gerakan anti-vaksin telah mempengaruhi Horka agar menolak vaksin. 

"Saya tahu persis siapa yang memengaruhinya. Itu membuat saya sedih karena dia percaya orang asing lebih dari keluarganya," kata Rek. 

Rek juga mengatakan para pemimpin gerakan anti-vaksin ikut bertanggung jawab terhadap kematian ibunya. 

"Filosofinya adalah dia lebih setuju dengan gagasan tertular Covid daripada divaksinasi," ujar Rek. 

Dia membagikan kisah keluarganya dengan harapan meyakinkan orang lain untuk menganggap serius ancaman Covid-19 dan segera mau divaksin. 

Jumlah kasus harian Covid di Republik Ceko mencetak rekor baru pada Rabu, dengan 28.469 kasus dilaporkan di negara berpopulasi 10,7 juta orang itu. Pemerintah baru-baru ini memperkenalka nserangkaian langkah baru untuk memerangi kenaikan kasus, termasuk tes wajib bagi karyawan dan anak sekolah. 

Masa isolasi untuk orang yang dites positif tetapi tidak memiliki gejala telah dikurangi dari 14 hari menjadi lima hari. Pada Rabu, Pemerintah Ceko mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan rencana untuk menerapkan vaksinasi wajib untuk beberapa bagian masyarakat. 

Awal bulan ini, ribuan orang berdemonstrasi di Ibu Kota Praha dan kota-kota lain menentang kemungkinan penerapan program itu. Sekitar 63 persen dari total populasi Republik Ceko telah divaksinasi lengkap, masih lebih rendah dari rata-rata 69 persen di seluruh Uni Eropa. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT