Maret 2014 Sebesar 0,08 Persen

Selasa, 01 April 2014 - 00:00:05 WIB
Share Tweet Google +

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Maret 2014 sebesar 0,08 persen. Sedangkan inflasi tahun kalender 1,41 persen dan inflasi year on year 7,32 persen

Kepala BPS Suryamin menyebut inflasi Maret ini tergolong ketimbang periode sama tahun lalu yang mencapai 0,63 persen, disebabkan penaikan harga bawang merah.

Dari 82 kota yang disurvey, 45 kota mengalami inflasi dan 37 kota deflasi. Inflasi tertinggi di Merauke 1,15 persen karena naiknya harga komoditas, ikan segar, cabe rawit. Inflasi terendah Kediri dan Makasar 0,02 persen.

Deflasi terjadi di Tual 2,43 persen karena penurunan tarif angkutan udara dan harga ikan segar, bawang merah dan telur ayam ras.

"Inflasi 0,08 pada makanan terjadi deflasi. Makanan jadi inflasi 0,43 persen karena kenaikan komoditi rokok naik. Rokok kretek, rokok filter. Tapi gula pasir turun. Perumahan, air, listrik dan gas inflasi 0,16. Sandang inflasi 0,08. Kesehatan 0,41 persen," kata Suryamin di Kantornya, Jakarta, Senin (1/4).

Komponen inti yang diatur pemerintah dan bergejolak infasi inti 0,21 persen. Harga yang diatur pemerintah 0,31 persen karena penaikan harga rokok. "Harga yang bergejolak malah deflasi 0,13 persen atau inflasi minus 0,13 persen." [yud-di]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT