Hari Guru, 35 Pendidik Raih Penghargaan Kemendikbud Ristek 

Kamis, 25 November 2021 - 21:41:11 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Hari Guru Nasional (HGN) tahun ini, menjadi hadiah terindah bagi 35 orang pendidik. Mereka menerima penghargaan pada ajang Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tahun 2021.

Ke-35 orang tersebut masing-masing merupakan 5 terbaik dari 7 kategori, yaitu Guru SMA, Kepala Sekolah SMA, Guru SMK, Kepala Sekolah SMK, Guru SLB, Kepala Sekolah SLB, dan Guru Pembimbing Khusus Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI). 

Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan Iwan Syahril mengatakan, saat ini semua orang sedang berada pada suasana yang tidak nyaman karena pandemi, termasuk di dunia pendidikan. Salah satu hal yang penting untuk menjadi perhatian khusus adalah dampak learning loss terhadap generasi bangsa. 

“Learning loss itu adalah kehilangan, baik partisipasi maupun hasil dari belajar. Salah satu cara kita untuk mengembalikan ini adalah dengan pembelajaran. Karena dalam pembelajaran, anak-anak belajar hal-hal baru. Pembelajaran tetap memerlukan interaksi, perlu pertemuan meskipun terbatas. Melalui pertemuan, belajar akan menjadi lebih hidup. Kemudian dalam konteks belajar, sangat penting bagi anak-anak agar belajar juga berinteraksi sebagai manusia,” ujar Iwan pada Malam Anugerah Apresiasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Inspiratif Jenjang Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Rabu (24/11/2021).

Iwan menuturkan, pemerintah mendorong pelaksanaan PTM terbatas sejak tahun lalu untuk daerah-daerah di zona hijau dan kuning. Namun mengingat kondisi setiap daerah berbeda-beda, sehingga kebijakan PTM Terbatas tidak bisa disamaratakan, khususnya daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal) yang lebih sulit menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. 

Ia mengatakan, UNICEF mengeluarkan laporan atas dampak pandemi selama satu tahun pandemi di seluruh dunia dan menyimpulkan bahwa dampak learning loss sangat tinggi dan memiliki implikasi yang panjang di masa depan. 

“Karena itu pemerintah berupaya bagaimana secara berangsur-angsur mengembalikan anak ke sekolah. Apalagi dampak learning loss beda-beda. Bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah, grafiknya menukik. Jadi yang paling rentan adalah kelompok yang memiliki tantangan lebih berat, baik geografis, maupun kondisi sosial ekonomi,” kata Iwan. 

Iwan lalu mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru yang telah berjuang bersama mendidik generasi bangsa di masa pandemi Covid-19, khususnya kepada para penerima penghargaan. 

"Ini menguatkan rasa optimis, membangkitkan semangat bahwa Indonesia bisa lebih baik, karena Bapak dan Ibu telah berlomba-lomba menjadi teladan dan menyemangati satu sama lain untuk menghasilkan murid-murid yang cerdas dan berkarakter,” tuturnya. 

Sebuah catatan refleksi pun disampaikan oleh Iwan mengenai guru filosofi jembatan. Ia menuturkan, guru berperan sebagai perantara untuk murid-muridnya mencapai tujuan. 

Pemerintah dan guru harus bisa memberikan layanan sebaik-baiknya kepada para generasi bangsa agar bisa membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Ia juga mengingatkan hakikat Mereka Belajar, yaitu pembelajaran yang fokus dan berorientasi pada murid. 

“Seberapa hebatnya kita melakukan pencapaian atau seberapa pun meriahnya sebuah program, tapi kalau belum menghasilkan anak-anak yang lebih baik, berarti perjuangan kita belum tuntas,” pungkasnya. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT