Raih APBN Rp 2 M, Proses Administrasi Poktan Lancar

Rabu, 26 Maret 2014 - 00:00:10 WIB
Share Tweet Google +

Bengkalis - Sampai saat ini proses administrasi kelompok tani (Poktan) untuk meraih proyek APBN senilai Rp2 miliar berjalan lancar. 

Dana itu sendiri nantinya akan dipergunakan untuk pengembangan produksi pertanian dalam bentuk cetak sawah, optimalisasi sawah dan penerapan teknologi pertanian sistem SRI (System of Rice Intensification).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Bengkalis, H Arianto kepada sejumlah wartawan mengatakan, selaku kepala SKPD ia selalu mengingatkan kepada para poktan agar jangan ada satup berkaspun persyaratan yang tercecer. 

"Alhamdulillah, sampai saat ini semuanya berjalan lancar. Harapan kita tentunya dana bantuan APBN tersebut bisa bermanfaat bagi para kelompok tani khususnya dan bagi masyarakat pada umumnya," ujar Arianto kepada wartawan, Rabu (26/3).

Dikatakan tidak semua poktan dari semua desa mendapatkan program Pemerintah Pusat ini. Desa penerima program adalah Desa Langkat dan Sepotong Kecamatan Siak Kecil, kemudian Desa Harapan Baru di Mandau, ada juga di Rupat dan Rupat Utara. 

"Persyaratan untuk mendapatkan bantuan ini cukup ketat. Dananya pun tidak ditransfer ke Distanak, melainkan langsung ke rekening kelompok tani setelah sebelumnya mendapat rekomendasi dari Distanak. Dengan demikian, kecil kemungkinan terjadi penyimpangan-penyimpangan. Harapan kita pun tentunya jangan sampai terjadilah (penyimpangan,red),"  kata Arianto.

Seperti diberitakan, desa-desa yang mendapatkan bantuan dari APBN ini sesuai dengan kegiatannya adalah untuk proyek cetak sawah diprioritaskan di Desa Langkat seluas 100 hektar, kemudian di Desa Harapan Baru 25 hektar, Batu Panjang Rupat seluas 25 hektar dan Tanjung Medang Rupat Utara seluas 25 hektar.

"Kemudian untuk Desa Sepotong, mendapatkan program optimalisasi sawah dan penerapan SRI," ujar Arianto lagi.

Arianto mengatakan, proyek dari APBN itu sejalan dengan upaya dari Pemkab Bengkalis untuk menjadikan Bengkalis sebagai sentra produksi padi, khususnya di Kecamatan Siak Kecil. 

"Dengan produksi padi yang meningkat, maka keberadaan RPC (Rice Processing Complex) juga bisa lebih dioptimalkan," kata Arianto lagi.

Sebelumnya, Kabid Pengelolaan Lahan dan Air Distanak Bengkalis, Joni Syafrin mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar tidak mengalih fungsi lahan.

"Jangan sampai lahannya nanti dialihfungsikan pula menjadi perkebunan sawit. Sebenarnya sudah ada undang-undang yang mengatur pelarangan ini, tapi memang jarang diterapkan," kata Joni Syafrin lagi. [rdi]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT