Mengenali Makanan Berjamur, dan Risiko Memakanya

Jumat, 13 Agustus 2021 - 01:27:04 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com – Beberapa makanan memang dibuat untuk berjamur dan aman -tentu saja, aman dikonsumsi. Namun, perlu diingat bahwa jamur yang ada pada makanan basi tentu berbeda. 

“Jika kita berbicara tentang jamur, ada dua jenis, yaitu yang ada di udara yang mungkin menyebar dari lingkungan ke makanan, atau hanya karena usia produk atau penyimpanan yang buruk.” Demikian penjelasan Lillian Craggs-Dino, seorang ahli diet terdaftar, yang dikutip oleh laman Health.clevelandclinic.org. 

Jamur yang tidak baik tumbuh pada berbagai macam makanan, termasuk buah-buahan dan sayuran, roti, daging makan siang, selai, saus dan bumbu. Jamur juga dapat tumbuh pada produk susu seperti yogurt dan keju. 

“Jamur yang tidak baik ini adalah jamur mikroskopis,” kata dia. 

“Dan, yang kita lihat tumbuh pada hal-hal seperti buah-buahan, sayuran dan jeli adalah spora,” sambung dia. 

Spora di udara menyebar di lingkungan, mencari tempat pendaratan yang dapat ditempati. Setelah spora menemukan inang makanan yang cocok, mereka mulai tumbuh. 

Tanda-tanda jamur yaitu bintik-bintik putih, bercak berwarna yang tidak biasa, makanan yang lebih lembut dari biasanya, atau berbau tidak sedap. Sayangnya, tidak ada cara untuk mengetahui secara langsung apakah jamur itu aman atau berbahaya. 
“Kita tidak tahu jamur apa yang sebenarnya kita makan,” kata Lillian. 

“Beberapa jamur sebenarnya bisa sangat beracun bagi manusia, bahkan juga dapat menyebabkan reaksi alergi dan masalah pernapasan,” sambung dia. 

Lilian menambahkan, beberapa jamur juga dapat membuat zat berbahaya, termasuk aflatoksin, yang bisa sangat beracun. “Itu sangat berbahaya bagi kesehatan bahkan dapat menyebabkan kematian,” sebut dia. 

Tak semua harus dibuang Meskipun memotong makanan pada bagian yang berjamur terlihat seperti solusi yang mudah, namun zat berbahaya lainnya kemungkinan masih bisa tertinggal. 

“Semakin banyak uap air pada produk makanan, tidak hanya akan terdapat jamur, tetapi juga bakteri,” kata Lillian. 

“Kita tidak hanya memakan jamur, tetapi juga memakan bakteri,” kata dia. 

Bakteri dapat menyebabkan penyakit bawaan makanan yang serius seperti listeria, yang biasanya tumbuh pada daging dan keju, bahkan jika kita letakkan di lemari es. 

Selain itu, jika kita memiliki stoberi dalam satu wadah, dan beberapa stoberi tersebut berjamur, dan yang lain terlihat tidak, bukan berarti kita dapat mencuci dan memakannya. 

“Buah memiliki banyak kelembapan dan jamur ini juga bisa menjadi sarang bakteri,” kata Lillian. 

"Buang bungkusnya karena sporanya mengudara, dan kemungkinan besar seluruh bungkusnya terkontaminasi meskipun kita tidak melihat pertumbuhannya pada semua buah." 

Selain itu, Lillian mengatakan, ada makanan tertentu benar-benar harus dibuang jika berjamur. Misalnya, sayuran dan buah-buahan lunak, seperti mentimun, tomat, dan buah persik. Lalu, daging, yogurt, selai dan jeli, atau pun sisa makanan dari kemarin. 

Kemudian, untuk makanan yang berjamur dan masih bisa dimakan adalah makanan yang berkadar air lebih rendah. Misalnya, keju keras seperti cheddar, atau sayuran keras seperti kubis, paprika, dan wortel. 

Dalam kasus semacam ini, Lillian menyarankan kita memotong setidaknya 2,5 centimeter dari sekitar tempat berjamur. Hal itu menurut dia harus dilakukan demi sebanyak mungkin membuang bagian yang terkena spora dan kontaminan. 
 
Lillian mengatakan, sebenarnya jamur tidak ada pada buah, jadi sepertinya tidak terlalu berbahaya karena kita tidak memakan jamurnya. Namun, jika buah pisang berbau tidak sedap, ada baiknya untuk tetap membuangnya. 

Apa yang terjadi jika kita menyantap makanan berjamur? Jika kita tidak sengaja memakan makanan yang terdapat jamur, jangan panik. 

"Pastikan saja kita tidak memiliki gejala apa pun selama sisa hari. Kemungkinan besar, kita akan baik-baik saja,” kata Lillian. 

Namun, karena ada ketidakpastian apakah jamur yang kita makan menghasilkan racun, perhatikan lebih jelas apa yang kita rasakan. Jika tiba-tiba mengalami gejala seperti sesak napas, mual, suhu tinggi atau diare, kita perlu untuk ke dokter. 
“Reaksi alergi bisa tertunda atau bisa langsung terjadi. Itu tergantung pada jenis jamurnya,” kata Lillian. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT