Sulitnya Polisi Memeriksa Kades Diduga Berbuat Cabul

Senin, 24 Maret 2014 - 00:00:06 WIB
Share Tweet Instagram

Kampar - Masih simpang siurnya surat izin pemeriksaan Kepala Desa (Kades) Suram, Kecamatan Tapung Hulu, Sabarudin alias Tabe, yang diduga melakukan Pemerkosaan terhadap Bunga (16) membuat banyak pihak bertanya-tanya. Begitu sulitnya memeriksa seorang kepala desa yang terlibat perkara pidana? Ironisnya, Polsek Tapung Hulu, tetap beralasan surat izin Bupati Kampar, H Jefri Noer belum turun.

Kapolsek Tapung Hulu, AKP Alwis Saldi, kepada media belum lama ini dirinya selaku penegak hukum mengaku hanya mengikuti aturan berlaku. Sebab aturan mengenai pemeriksaan Kepala Desa harus mendapat izin dari bupati.

“Mekanismenya begitu. Harus kita ikuti. Dan surat sudah hampir 1 bulan lamanya di Pemerintah Daerah (Pemda) Kampar, tetapi tidak kunjung diproses sampai saat ini,” Ucapnya sesal.

Saat ditanya apakah Kepala Desa sudah pernah dipanggil aparatur Kepolisian Tapung Hulu, Alwis menjawab belum pernah. "Statusnya belum kita tetapkan sebagai saksi ataupun tersangka. Karena belum ada di panggil," Jelasnya.

Mengenai lamanya pemeriksaan kasus ini berjalan, Alwis mengaku akan segera ke kantor Bupati Kampar untuk mempertanyakan perjalanan kasus tersebut. 

“Kalaupun masih mentok juga, saya akan koordinasi dengan Kapolres Kampar untuk masalah ini. Bila masih mentok di Kapolres, maka akan kami adukan ke Polda Riau,” ujarnya. 

Lamanya kasus Kades Suram Kampar Riau ini diproses diduga Surat izin pemeriksaan Kades Suram Sabarudin alias Tabe belum juga ditandatangani Bupati Kampar H Jefry Noer. Kabag Hukum Pemda Kampar, Zulfahmi, kemarin juga menyampaikan, Bupati Kampat belum menandatanganinya. "Bagaimana kita bisa memprosesnya, dan tidak etis saya selaku bawahan mendesaknya (bupati)," ungkap Zulfahmi.

Fahmi menambahkan, kalaupun surat izin itu nantinya ditandatangani bupati, masih ada lagi mekanisme yang akan dilalui. "Jadi itulah birokrasi yang ada dipemerintahan kita, yang banyak lika likunya. Jadi bukan kami ingin mempersulit, tapi keadaannya begitu," jelasnya.

Namun Zulfahmi, mengungkapkan dirinya bekerja apa adanya saja dan menjalankan apa yang seharusnya dikerjakan. "Yang penting pekerjaan saya selesaikan dengan baik. Dan kalau surat izin itu sudah selesai prosesnya, maka akan kita berikan dengan cepat. Tapi, prosesnya lambat ya terpaksalah menunggu," tukasnya.

Dalam masalah ini, kemungkinan keterlambatan itu akibat Bupati lagi banyak kesibukkan. "Jadi belum sempat memeriksa surat-surat masuk, untuk itu tunggu saja," terang Fahmi. [dn]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT