Pengamat Menilai Penyebar Video ARB Ulah Kompetor

Sabtu, 22 Maret 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Jakarta - Intensnya politik hitam akhir-akhir ini terhadap politisi terutama calon presiden dan partai politik besar seperti Golkar, PDIP dan Gerindra, ditengarai terkait dengan makin mendekatnya pelaksanaan Pemilu.

Selain calon presiden dari PDIP, Joko Widodo, tidak urung capres dari Gerindra, Prabowo Subianto dan capres dari Golkar, Aburizal Bakrie juga terkena badai serangan black campaign.

Yang terbaru adalah kisah seru liburan bareng ARB dengan artis Marcella Zalianty ke Maladewa. Dalam foto-foto yang beredar ke publik, ARB terlihat mendekap boneka milik Marcella Zalianty - istri pembalap Ananda Mikola..

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Indonesia (UI) Ari Junaedi menganggap kampanye dengan mengandalkan cara-cara yang mendegradasi kompetitor terutama dengan menyebarkan fitnah adalah cara yang tidak elegan.

Pihak-pihak penyebar isu misalnya, pasti akan mencari sisi lemah lawan agar publik menjadi antipati.

Bila cara ini berhasil, kepercayaan publik menjadi merosot dan citra si tokoh menjadi jatuh. Tujuan penyebar isu tentunya agar tokoh tersebut kalah  sebelum bertanding.

"Agar publik mendapat kejelasan secara gamblang tentang kejadian tersebut, memang tokoh yang bersangkutan harus memberikan klarisifikasi. ARB harus menjelaskan tentang kehadiran artis yang ada di foto tersebut.  Apakah kepergian ARB dengan Marcella Zalianty ke Maladewa dalam rangka kampanye atau tidak ? Simpatisan Golkar dan ARB pasti ingin tahu kejadian tersebut," ujar Ari

"Bukan apa-apa, dalam berbagai iklan tayangan di layar kaca, ARB sudah lekat dalam benak pemirsa sebagai tokoh nasionalis yang religius, kebapakkan dan sayang dengan keluarga. Bisa jadi, siapa tahu kepergian ARB tidak hanya dengan Marcella Zalianty tetapi juga dengan anak menantunya. Bukankan menantu ARB Nia Rahmadani juga artis ? Ari menegaskan.

Arus distribusi foto atau film yang berbau black campaign seiring dengan makin canggihnya peralatan komunikasi semakin cepat dan kreatif.  Foto ARB sedang memeluk foto boneka milik Marcella Zalianty, misalnya,  kini menyebar dengan cepat hingga ke pelosok daerah. Tidak ada yang bisa mencegah karena arus informasi demikian bebasnya.

Golkar demikian seksi di mata pemilih namun ada faktor lain yang bisa didegradasi, dan itu jatuh ke ARB. Saatnya ARB dan tim public relations di Golkar bertindak agar bola liar isu murahan ini tidak makin berkembang," ujar Ari Junaedi. [tbn-dn]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT