Turki Lockdown: Warga di Rumah Saja, Turis Bebas Jalan-jalan

Jumat, 07 Mei 2021 - 05:54:58 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Turki tengah menerapkan lockdown untuk memutus rantai penularan virus Corona. Tapi, turis asing bisa berwisata di negara itu.
"Turki tiada batas. Sekarang tersedia tanpa orang Turki," begitulah kalimat sarkas dalam iklan pariwisata Turki di media sosial.

Bukan tanpa sebab kalimat itu muncul di media sosial. Faktanya, Turki sedang menerapkan lockdown atau penguncian wilayah karena pandemi Covid-19. Tapi itu khusus buat warga, sedangkan lockdown tidak berlaku buat turis asing.

Turki tetap membuka liburan bagi orang asing selama 2,5 pekan lockdown yang dimulai akhir pekan ini. Pemerintah Turki bilang langkah itu untuk merevitalisasi pariwisata, yang menjadi sektor paling kritis saat pandemi Covid-19.

Turis asing yang melancong ke Turki cuma perlu menunjukkan hasil tes negatif COvid-19.

Kebijakan itu menuai pro dan kontra sejak awal. Sebab, warga lokal ditunggu denda saat keluar rumah saat lockdown. Apalagi, setelah muncul foto-foto turis asing berpesta di pantai Mediterania.

"Ini periode bagus buat turis asing karena warga Turki tidak bisa keluar rumah," kata pemandu wisata Kadir, 34 tahun, saat tengah menemani tamu di Istana Topkapi dan dikutip Reuters.

"Ini langkah yang sudah seharusnya diambil. Turis asing membayar dan melakukan reservasi. Pariwisata sangat penting untuk Turki dan roda ekonomi bisa kembali berjalan," dia menjelaskan.

Jumlah turis yang masuk Turki memang jauh lebih sedikit ketimbang sebelum pandemi. Sebagai gambaran, Kadir bilang, pengunjung istana Ottoman cuma 1.000 orang padahal biasanya bisa mencapai 15.000 orang.

Mayoritas turis di Turki datang dari Ukraina, Rusia, dan Amerika Latin.

Bagaimana respons turis asing yang datang ke Turki?

"Faktanya, turis akan membelanjakan uangnya. Semua tempat di sini bergantung kepada turis. Saat mereka tidak datang ke sini, semuanya turut mati," kata Faisal Cheema [46], seorang pemilik restoran dari Manchester, Inggris yang mengunjungi Turki selama 10 hari setelah berkunjung ke Pakistan.

"Tapi ini juga tidak bagus buat turis. Saat Covid-19 memang lebih baik melarang turis masuk. Saat kalian menerapkan lockdown, kalian harus menjalankannya dengan seideal mungkin," dia menambahkan. [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT