Mahfud MD: Bom Bunuh Diri Makassar Upaya Adu Domba 

Ahad, 28 Maret 2021 - 22:24:59 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, Keamanan Mahfud MD mengingatkan peristiwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar merupakan upaya adu domba masyarakat.

Mahfud menegaskan bahwa peristiwa itu belum tentu mengatasnamakan agama tertentu meski menyerang tempat ibadah.

"Belum tentu juga ini mengatasnamakan agama tertentu melainkan merupakan upaya mengadu domba antara kita. Seakan-akan kelompok tertentu sedang menyerang atau tidak suka kelompok lain, entah itu agama, suku, ras, ini adalah upaya adu domba," ujar Mahfud dalam konferensi pers, Minggu (28/3).

Mahfud menyatakan bahwa tindakan bom bunuh diri itu bukan bagian dari perjuangan agama dan tidak mewakili agama apapun. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menyebut bom bunuh diri Makassar adalah aksi teror seperti yang dijelaskan dalam UU Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

"Ini adalah musuh kemanusiaan. Kalau pelakunya mengatasnamakan perjuangan agama tertentu berarti dia beragama secara salah. Agama apapun karena semua agama itu pasti pro kemanusiaan dan anti terorisme dalam menyelesaikan berbagai masalah," ucapnya.

Ia mengecam keras tindakan bom bunuh diri tersebut dan telah memerintahkan kepada aparat penegak hukum untuk memberantas aksi terorisme.

"Untuk mencari, mengejar, pihak-pihak yang mengetahui, berhubungan, atau menjadi bagian dari pelaku atau kelompok tersebut," ucapnya.

Mahfud menegaskan bahwa pemerintah sejak dulu tak pernah menoleransi segala perbuatan yang mengarah teror. Pemerintah, kata dia, juga telah meminta Polri/TNI untuk meningkatkan pengamanan di rumah ibadah, pusat keramaian, di berbagai wilayah di Indonesia.

Sebelumnya, peristiwa bom bunuh diri terjadi Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar sekitar pukul 10.30 WITA, Minggu.

Kejadian tersebut di sela pelaksanaan ibadah Misa Minggu Palma. Polisi menyebut ada dua terduga pelaku. Satu dapat dikenali, dan satu lagi kondisi tubuhnya hancur.

Namun, aksi pelaku sebelumnya dapat dicegah oleh pihak keamanan gereja, sehingga tidak sampai masuk ke dalam gereja setempat. [**]
 


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT