Ketum PBSI: Sudah Divaksin Tak Boleh Bertanding 

Kamis, 18 Maret 2021 - 13:25:15 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Tim bulu tangkis Indonesia menerima pil pahit setelah dipaksa mundur dari All England 2021. Ketum PBSI Agung Firman Sampurna pun menyatakan kekecewaan dan mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan segala pihak terkait untuk menelusuri polemik ini. 

Ketum PBSI Agung Firman Sampurna menyampaikan hal ini dalam sesi konferensi pers terkait mundurnya Timnas Badminton Indonesia dari All England 2021 di Lobby Gedung Grha Pemuda Kemenpora RI, Kamis (18/3/2021). 

Sebanyak 20 dari 24 anggota kontingen Indonesia yang menaiki pesawat Turkish Airlines flight TK57 mendapat surat elektronik dari National Health Service (NHS) atau Layanan Kesehatan Inggris yang menyatakan bahwa mereka melakukan kontak kasus positif Covid-19. 

"Anda telah diidentifikasi kontak dengan seseorang yang baru-baru ini dites positif Covid-19, sehingga Anda harus tinggal di rumah dan mengisolasi diri hingga 23 Maret (terhitung sejak hari ini)." 

"Anda harus melakukannya bahkan jika tidak memiliki gejala atau menerima hasil negatif saat dites. 

Hal ini karena Anda mungkin terinfeksi Covid-19," demikian kutipan e-mail NHS yang dkirimkan ke tim Indonesia. Tim Indonesia kini harus menjalani isolasi mandiri selama 10 hari sehingga tak bisa mengikuti turnamen bulu tangkis bergengsi tersebut. 

Agung mempertanyakan kenapa kontingen Indonesia yang telah mendapat vaksin dua dosis dan berada dalam kondisi sehat dipaksa mundur dari turnamen. 

"Anda bisa bayangkan betapa anehnya kita yang sudah divaksin, bukan hanya tidak boleh bertanding, tetapi juga diminta isolasi 10 hari," tuturnya kepada wartawan. 

"Saya kurang paham apakah ini diskriminasi atau tidak. Kalau tidak boleh bertanding, ya pulang saja kalau begitu, kan itu seharusnya. Namun, kami diisolasi." 

"Kami masih menunggu informasi lanjutan dari NHS," tuturnya. 

"Persiapan kita jelas dan tegas, di sini kita mendukung upaya semua negara, termasuk khususnya Pemerintah RI untuk melakukan protokol kesehatan dan, oleh karena itu, kita lakukan vaksin." 

"Sebelum berangkat dan sebelum divaksin, kita tetap melakukan swab test PCR dan semuanya negatif. Teman-teman semuanya berada dalam kondisi terbaik," lanjutnya. 

"Namun, ada permasalahan seperti ini yang di luar jangkauan kita. Ini merupakan cambuk dan juga gambaran bahwasanya kita adalah tim yang sangat diperhitungkan." Akan tetapi, Agung juga menyampaikan bahwa pihaknya akan mematuhi peraturan dari Pemerintah Inggris. 

"Ini merupakan satu pelecut dan juga menjadi penyemangat kita. Kita tidak perlu kecewa terlalu dalam di sini, kita patuhi saja. Karena kita di sana, kita ikuti saja prosedurnya." 

Agung juga menyampaikan bahwa tim Indonesia tak perlu berkecil hati. Pihaknya terus melakukan komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri serta Kementerian Pemuda dan Olahraga agar ada transparansi siapa yang melakukan kontak dengan kasus positif tersebut. 

"Ingat, bahwasanya Indonesia tidak membawa varian baru Covid-19 (B.1.1.7). Pertama, kita sudah divaksin, kita tidak tahu siapa yang katanya ada di pesawat terinfeksi Covid-19," tuturnya. 

"Informasi dia terkena dan masuk pesawat aja kan kita mempersoalkan. Seharusnya sebelum seseorang masuk pesawat diharuskan melakukan tes PCR swab, itu syarat di negara kita."

"Itu yang kita lakukan, bahkan kita juga telah melakukan vaksinasi." 

"Kita terus melakukan upaya-upaya sampai saat ini dan tidak berhenti memperjuangkan kehormatan kita di forum internasional."

"Kita tunggu saja hasilnya." [**]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT