Awas Kejahatan Bermodus 'Invite Pin BB Saya'

Sabtu, 08 Maret 2014 - 00:00:20 WIB
Share Tweet Google +

Pekanbaru Terkini - Bagi anda yang kerap menerima pesan melalui Blackberry Messanger yang berisi 'Add Pin Saya atau Add Pin teman saya' nampaknya harus lebih waspada. Sebab, modus tersebut bisa jadi digunakan para pelaku kriminal untuk mendapatkan calon korbannya.

Hal tersebutlah yang dialami oleh YK (19), karyawati di sebuah pusat perbelanjaan ini menjadi korban tindak pencurian dengan kekerasan yang dilancarkan pelaku FS (20), MS (20), IA (20) dan MA (21). Peristiwa itu berawal pada pertemanan yang terjalin sejak tahun 2013 lalu.

"Kemudian karena intensitas komunikasi yang terjalin, akhirnya pelaku mengajak korban untuk bertemu di suatu tempat pada Kamis (23/1) sekitar pukul 17.30 WIB," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Kamis (6/3).

Lanjut Rikwanto, ajakan bertemu yang diminta pelaku merupakan modus awal dirinya beserta tiga rekannya untuk melucuti sejumlah harta benda milik korban. "Pelaku MA pun menjemput korban dengan mobil sewaan yang telah ia sewa. Sedangkan pelaku lainnya bersembunyi di bagian belakang mobil," jelas Rikwanto.

Setelah diajak berputar-putar, lanjutnya, barulah pelaku yang lain keluar dari tempat persembunyiannya di bagian belakang mobil. Korban disekap kemudian uang dan handphone miliknya diambil lalu YK dibuang di pinggir Tol Cikunir.

Sementara itu, penyidik Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKP Rovan Richard Mahenu menambahkan perkenalan korban dengan pelaku MA melalui BBM yang berisi 'Add Pin Saya'. Dari perkenalan itu berlanjut ke pertemuan dan pelaku mengajak korban berputar-putar hingga masuk ke dalam Tol Cijago, Cimanggis, Depok. 

MS langsung memberikan kode kepada FS dan IA yang sebelumnya bersembunyi di jok belakang. Korban pun ditodong senjata tajam, dan sempat dipukul dadanya sekalipun sempat melawan.

Uang korban sebesar Rp 700 ribu dan sebuah telepon genggam dirampas oleh pelaku. Setelah itu, korban diturunkan di tol Cikunir, Bekasi. "Hasil kejahatan ini digunakan para tersangka untuk membayar rental mobil, makan-makan dan isi bensin," tandas Rovan.**mr

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT