Komisi II DPRD Meranti Dukung Operasional Tambang Timah

Sabtu, 08 Maret 2014 - 00:00:09 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Selat Panjang Terkini - Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti, mendukung penuh beroperasinya tambang timah di perairan Pulau Rangsang. Dengan beroperasinya tambang ini, diharapakan akan mampu memberikan keuntungan bagi Pemkab Kepulauan Meranti dalam meningkatan PAD maupun dari sisi penyerapan tenaga kerja.

Meskipun demikian, pihak investor pengelola pertambangan biji timah ini harus taat dan patuh pada berbagai aturan yang telah menjadi ketentuan dalam pengeloalan pertambangan. Baik yang menyangkut yurisdiksi soal perizinan maupun program CSR sebagai tanggungjawab sosial perusahaan kepada masyarakat.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Meranti, Basiran Sarjono, Rabu (7/3) mengungkapkan, kebijakan pemerintah soal pertambangan biji timah ini harus benar benar memberikan dampak positif bagi percepatan pembangunan di Kepulauan Meranti. Baik dari sisi peningkatan PAD, sinergi pembangunan dengan pihak swasta maupun sisi sosial lainnya. Bagaimanpun juga, aktifitas pertambangan ini terkait dengan berbagai aspek sosial dan lingkungan yang sering menjadi konflik.

"Sepanjang ini menguntungkan Pemkab Kepulauan Meranti, baik dari sisi PAD maupun sosial lainnya, tidak jadi persoalan. Kita harapkan, pihak investor tetap berjalan pada aturan ketentuan yang berlaku dalam pengelolaan pertambangan. Baik yang menyangkut soal aturan, maupun program sinergi dengan pemda maupun penerapan program CSR. Komisi II tetap mendukung, karena ini juga menyangkut upaya Pemda dalam menggali dan memanfaatkan potensi SDA untuk kepentingan dan kesejahtaraan masyarakat," ungkap Basiran Sarjono.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Kadistamben) Kepulauan Meranti, H Herman SE MM mengatakan, tanggal 15 Maret nanti sebanyak 7 kapal penyedot biji timah milik PT Wahana Perkit Jaya, akan tiba di wilayah perairan Rangsang. Kapal tersebut merupakan kapal yang akan melakukan eksploitasi penyedotan biji timah di perairan Rangsang.

"Soal kapan jadwal peresmian beroperasinya eksploitasi tambang biji timah ini, belum dapat dipastikan. Saat kini kita sedang melakukan koordinasi dengan pihak terkait, untuk mendapatkan kepastian kapan mulai dilakukannya eksploitasi tambahg biji timah oleh pihak PT Wahan Perkit Jaya tersebut. Yang penting nantinya dalam peresmian kita akan mengundang seluruh stakeholder terkait, mulai dari angkatan laut, kepolisian dan pihak lainnya," beber H Herman.

Komit Realisasikan CSR

Ditambahkan Herman dengan direalisasikannya eksploitasi tambang biji timah ini, diharapkan akan memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat diwilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya diwilayah Kecamatan Rangsang. Pihak perusahaan sudah berkomitmen untuk memberikan konstribusi dari hasil eksploitasi tambang biji timah tersebut untuk daerah dan masyarakat setempat.

"Sebagai kompensasi dari beroperasinya aktifitas eksploitasi tambang biji timah ini, pihak perusahaan sudah sepakat setiap sekilo hasil timah yang dieksploitasi akan diberikan kepada masyarakat Rangsang melalui Pemerintah Kecamatan sebesar Rp 1000. Dengan adanya dana kompensasi ini, dapat dimanfaatkan untuk kepentingan program pembangunan wilayah setempat tanpa harus melalui dana APBD," katanya.

Terkait soal kompensasi eksploitasi imbuh H Herman, PT Perkit Jaya sudah menyampaikan komitmen baiknya secara langsung maupun dalam sosialisasi beberapa waktu lalu kepada masyarakat Rangsang, bahwa dalam bulan pertama eksploitasi nantinya akan didapatkan sebanyak 200 ton lebih hasil biji timah. Artinya dengan jumlah tersebut maka pada bulan pertama akan ada sebanyak Rp200 juta lebih.

Termasuk komitmen perusahaan dalam merealisasikan program CSR-nya. Sesuai aturan pihak perusahaan wajib mendirikan pabrik pengolahan atau smelter (peleburan) di Desa Topang, Kecamatan Rangsang terus digesa pembangunannya. Saat ini pembangunannya sudah tegak pondasi. Sehingga diharapkan paling lama dalam 2 sampai 3 bulan kedepan. Penyelesaian smelternya akan sejalan dengan proses eksploitasi yang dilakukan oleh perusahaan. "Yang pasti, kita akan terus memantau dan mengawal pembangunannya," tandas H Herman. [adv/san]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT