Terkait Karhutla, Izin PT NSP Terancam Dicabut

Kamis, 06 Maret 2014 - 00:00:12 WIB
Share Tweet Instagram

Terkait Karhutla di Riau, kebun PT NSP yang berlokasi di Kabupaten Kepulauan Meranti diduga telah penyebab terjadinya kebakaran hutan dan lahan beberapa waktu lalu. Jika terbukti izin perusahaan itu terancam dicabut. 

Demikian disampaikan Polda Riau Brigjen Pol. Condro Kirono, kepada wartawan, Kamis (6/3) di Pekanbaru. Kapolda mengakui terus menyelidiki tujuh perusahaan yang diindikasikan kuat terlibat pembakaran lahan. Termasuk PT. National Sago Prima (NSP). Perusahaan yang terlibat pembakaran bisa jadi terpidana dan operasional yang sudah dilakukan juga bisa dihentikan. 

"Jika terbukti, izin bisa dicabut. Kerugian perdata juga bisa dituntut negara," tegas Condro. 

Untuk itu, pihak penyidik Polda Riau terus mendalami dugaan keterlibatan PT NSP dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti Riau. Dalam hal ini, polisi bekerja sama dengan tim ahli dari Institut Pertanian Bogor (IPB) sebagai saksi ahli. "Saat ini, anggota sudah menyelidiki ke lokasi PT NSP guna mengumpulkan bukti-bukti. Saksi ahli akan didatangkan," ujar Kapolda Riau. 

Dari penyelidikan yang dilakukan Polda Riau selama ini, tersangka yang sudah ditetapkan baru dari masyarakat yang berjumlah sekitar 28 orang, sementara dari pihak perusahaan belum. "Memang belum ada ditetapkan tersangka dari perusahaan," ujar Condro. 

Terkait penetapan perusahaan sebagai tersangka, penyidik juga membutuhkan waktu untuk melakukannya pengembangan kasusnya. "Penyidikan masih memerlukan waktu untuk kasus terakhir ini. Kami menyidik perlu waktu 6 bulan lamanya, dan itu masuk yang tercepat," tambah Condro. 

Kabupaten Kepulauan Meranti, termasuk daerah dengan kasus Karhutla terbesar di Riau. Ada sekitar 4500 hektar lahan terbakar tersebar delapan kecamatan. Dari Jumlah ini, sekitar 1200 hektar merupakan lahan milik PT NSP. Selain itu, polisi juga masih menyelidiki perusahaan lainnya.**dn


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT