Distanak Minta Sapi Bantuan Tidak Di Jual

Senin, 03 Maret 2014 - 00:00:18 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Bengkalis melakukan monitoring terhadap para kelompok tani penerima bantuan ternak sapi tahun 2013. Hal ini dikatakan Kepala Distanak H Arianto, Senin (3/3).

Ia menghimbau agar sapi bantuan tersebut dipelihara dengan maksimal agar bisa memberikan nilai tambah secara ekonomi.

“Jangan sampai sapinya dibiarkan begitu saja, tak diberi makan. Apalagi dijual, itu sangat tidak kita benarkan,” ujar Arianto saat melakukan monitoring kepada kelompok tani penerima sapi di Desa Selatbaru, Kecamatan Bantan, Senin siang.

Dalam kesempatan itu, Arianto menyampaikan apresiasi kepada para kelompok tani penerima bantuan, karena dari hasil monitoring yang dilaksanakan selama dua hari, seluruh ternak sapi dalam keadaan baik dan sehat. 

Dirinya optimis kalau kondisi tersebut terus dipertahankan dan kalau memungkinkan ditingkatkan, maka jumlah ternak sapi akan semakin bertambah.

“Saya sangat senang sekali karena para kelompok penerima bantuan ternak bekerja dengan benar. Sapi-sapi dirawat dengan baik sehingga kondisinya sehat-sehat, masih utuh. Mudah-mudahan, kerja keras para kelompok tani ini membuahkan hasil secara ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Arianto.

Dianggarkan Rp3,4 Miliar

Masih menurut Arianto, pada tahun anggaran 2014 ini Distanak kembali mengusulkan program bantuan ternak sapi kepada para kelompok tani. 

Jumlah yang diusulkan untuk kegiatan tersebut sebesar Rp3,4 miliar  untuk 30 kelompok tani yang tersebar di Kabupaten Bengkalis.

“Itu baru usulan bisa saja berkurang atau bertambah tergantung dari hasil pembahasan bersama DPRD. Namun saya yakin seperti halnya kita, DPRD pun memiliki komitmen untuk mensukseskan program ekonomi kerakyatan ini,” katanya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, tim dari Distanak sambung Arianto akan melakukan survai di lapangan guna memastikan program tersebut tepat sasaran. 

Dengan survai di lapangan, maka akan diketahui data para kelompok tani secara akurat, apakah kelompok tersebut benar-benar ada  bukan fiktif, siapa orang-orangnya dan benar atau tidak mereka tersebut peternak sapi.

“Kita juga akan lihat orang-orang ini apakah sebelumnya sudah menerima bantuan ternak sapi atau belum.  Kita memiliki skala prioritas bahwasanya ternak sapai ini diutamakan bagi kelompok yang belum mendapatkan bantuan,” kata Arianto lagi. **rd


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT