Wanita Cerewet Lebih Sehat Fisik dan Mental?

Selasa, 13 Oktober 2020 - 21:13:08 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Berurusan dengan orang yang cerewet kadang bisa bikin sakit kepala. Kalau Anda yang punya perangai cerewet, bisa jadi Anda sering dinasihati untuk mengurangi sifat tersebut. Tetapi sebenarnya sifat cerewet juga punya sisi positif, kok. Terutama bagi kaum perempuan. Menurut hasil penelitian, wanita yang punya sifat cerewet cenderung lebih sehat dari segi fisik dan mental.

Melansir laman Vice US (24/8/2020), sejumlah studi yang dilakukan beberapa dekade belakangan menunjukkan keterkaitan keengganan membuka diri dengan iritasi usus besar, depresi, sensitivitas terhadap penolakan, dan risiko kematian lebih tinggi.

Risiko kematian ini didapat dari hasil penelitian longitudinal pada responden perempuan yang sudah menikah. Kesimpulannya menyatakan angka kematian perempuan pendiam empat kali lebih tinggi ketimbang mereka yang lebih ekspresif.

Penelitian baru oleh ilmuwan di departemen psikiatri Universitas Pittsburgh menunjukkan, orang yang enggan mengeluarkan unek-unek cenderung punya penumpukan plak di arteri. Akibatnya, risiko stroke atau masalah kardiovaskular lain otomatis meningkat.

Studi yang telah dipresentasikan ke Persatuan Menopause Amerika Utara ini memantau 304 perempuan yang sedang mengalami pramenopause atau pascamenopause. Melalui observasi tersebut, ditemukan bahwa perempuan berperilaku tertutup punya risiko plak tinggi dibandingkan perempuan cerewet.

Penulis studi menegaskan, ketertarikan dengan pengalaman perempuan dalam hubungan intim merupakan bagian konteks dalam studi ini. Meski ukuran sampelnya kecil, penemuan ini mendukung penelitian lain terkait sifat tertutup.

Lebih lanjut disimpulkan, menyuarakan apa yang ada di benak Anda dinilai lebih dari sekadar perilaku egois. Kebiasaan ini nyatanya jauh lebih baik untuk kesehatan mental maupun fisik Anda.

Sifat Terus Terang 

Penelitian pun telah mengaitkan sifat tertutup dengan kekerasan dalam rumah tangga, baik secara emosional maupun fisik. Bagi para perempuan, terutama yang menjalin hubungan dengan orang lain, memprioritaskan diri sendiri dan berkomunikasi secara terbuka serta efektif dapat meningkatkan kemungkinan hidup.

Tinggal cari metode paling tepat untuk menyampaikan gagasan tersebut supaya bisa berujung solusi, diskusi, bahkan sekadar sesi mendengarkan untuk melepas penat. Bila diperlukan, Anda selalu mencari ruang aman dengan bercerita pada orang yang dipercaya, bahkan tenaga profesional. [**]

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT