Sosok Penipu Ashanty Pernah Tinggal di Rusun Benhil

Ahad, 19 Juli 2020 - 18:16:13 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Nama Rita Hapsari Ningtyas kini sedang menjadi perbincangan. Pasalnya, dia dianggap hendak menipu lantaran ingin membeli rumah Ashanty di daerah Cinere, Depok, Jawa Barat seharga Rp 35 miliar.

Diketahui, Rita pernah tinggal di rumah susun daerah Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat dari 2012 hingga 2017. Ketua RW 009, Audi pun mengungkap sosok Rita.

Menurutnya, selama tinggal di rumah susun, Rita sering mengaku memiliki banyak proyek. "Dia kan ibu rumah tangga, tapi bilangnya banyak proyek," ujar Audi saat ditemui di rumah susun di kawasan Benhil, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (19/7/2020).

Audi mengatakan, terakhir kali sebelum pindah pada 2017 itu, Rita mengaku sedang ada proyek di Cianjur, Jawa Barat. Hanya saja, Audi mengaku tidak mengetahui proyek apa yang dimaksud.

"Iya, dulu ngaku ada (proyek) di Cianjur lah," katanya.

Audi menyebut Rita sempat terlibat kasus penipuan pada 2016. Ceritanya, ada korban penipuan dari Bandung, Jawa Barat yang mentransfer sejumlah uang ke temannya yang berkenalan di Facebook.

"Orang pacaran di Facebook, oh ini orang datang dari Amerika gitu. 'Saya ini di bandara, gak punya duit tolong, ditransferin'," katanya menceritakan modus penipuan tersebut.

Setelah diselidiki, uang yang ditransfer tersebut rupanya masuk ke rekening Rita. Sejumlah orang pun mendatangi rumah susun yang ditempati Rita.

"(Korban) orangnya ke sini, karena dia orang bank," katanya.

Menurutnya, masalah tersebut sudah selesai karena Rita mengembalikan uang tersebut. Audi mengatakan, uang yang ditransfer korban sebesar Rp 15-20 juta.

Sebelumnya diberitakan, Ashanty mengaku nyaris tertipu oleh Rita. Rita hendak membeli rumah mewah Ashanty dan Anang di Cinere senilai Rp 35 miliar.Belakangan, Ashanty baru tahu bahwa calon pembeli rumahnya itu punya jejak buruk. Rita disebut pernah menjanjikan sumbangan miliaran Rupiah ke sejumlah PMI di Jawa Timur. Hal ini pun dibenarkan oleh PMI Jember, Sidoarjo, dan Jawa Timur. [***]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT