Tak Dibayar, Pemilik Tanah Timbun Terus Tagih Janji PT PRN

Sabtu, 11 Juli 2020 - 22:03:55 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - PT. Pemuda Rafflesia Nusantara (PRN) sampai sekarang tidak membayarkan tanah timbun yang diambil dari lahan masyarakat buat menimbun jalan tol Pekanbaru - Dumai Riau. Lahan atas nama Suroso dan Imron Maruli Simanjuntak selama ini hanya dijanjikan oleh perusahaan.

Salah seorang pemilik lahan, Imron Maruli Simanjuntak, kepada metroterkini.com melalui selulernya terkait belum dibayarnya tanah timbun yang sudah di suplai PT. PRN ke salah satu proyek pembangunan jalan tol Pekanbaru - Dumai di Desa Kandis, Dusun Takolu Kecamatan Kandis Kabupaten Siak.

"Hampir satu tahun tak kunjung juga dibayarkan haknya, hanya dijanjikan pihak PT. PRN dari minggu ke minggu. Dengan nilai tagihannya sebesar 230 juta lebih yang belum di bayar oleh pihak PT. PRN. Bahkan lahan yang mereka ambil tanahnya di tinggal begitu aja tanpa dirapikan kembali oleh pihak PT. PRN," kata pemilik lahan.

Pihak PT PRN dalam persoalan tanah timbun yang tak kunjung dibayarkan telah membuat surat pernyataan mengalihkan pembayaran melalui PT.HKI (Hutama Karya Infrastruktur). Sementara PT HKI sendiri tidak mau membayarkan dengan alasan PT PRN tidak hadir dalam penyelesai pembayaran tanah timbun tersebut.

Padahal dalan surat tersebut jelas adanya pernyataan dari pihak PT PRN yang ditanda tangani oleh Direktur PT. PRN, Hendry Hendriano selaku yang telah mengalihkan pembayaran dari PT. HKI ke masyarakat (pemilik tanah timbun), tapi tak kunjung dibayarkan.

Sementara Suroso, Rabu (08/07/20) kemarin sebagai pemilik resmi tanah timbun menyesalkan kenapa masalah yang seharusnya bisa diselesaikan secara musyawarah, sampai sekarang tidak ada kabar baik untuk penyelesaiannya.

"Bagaimanapun yang kami lakukan hal benar dan sampai kapanpun, saya akan mengambil hak. Dengan uang ini harusnya bisa membiayai keluarga saya," ungkapnya.

Menurut Suroso, PT. PRN sampai saat ini belum ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalan pembayaran tersebut. [albert]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT