Polda Riau Tangkap Jaringan Narkoba Internasional

Rabu, 12 Februari 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Jajaran Polda Riau melalui Direktorat Reserse (Dit Res) Narkoba kembali mengungkap kasus Narkoba jenis shabu-shabu. Tersangka ditangkap saat membawa barang bukti jenis shabu-shabu seharga Rp80 juta.

Tersangka dalam kepemilikan narkoba jenis shabu-shabu adalah SF (36) warga Payung Sekaki, Pekanbaru dan KC warga dari Malaysia. Tersangka ditangkap ditempat dan waktu yang berbeda pada Minggu (9/2) dan Senin (10/2) di Jalan Pepaya, Sukajadi, Pekanbaru dan halaman RSUD Arifin Achmad Pekanbaru.

Petugas dari Reskrim Narkoba Polda Riau berhasil menangkap kedua tersangka warga Tiong Hoa yang seorang dari Pekanbaru dan seorang lagi dari Malaysia. Dalam penangkapan tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti shabu-shabu senilai Rp80 juta. Kedua tersangka yang saat ini ditahan di sel Polda Riau. 

Kapolda Riau melalui Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Hermansyah seperti disampaikan Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo kepada wartawan, Rabu (12/2) menyampaikan, penangkapan kedua tersangka Narkoba atas informasi warga. Ketua tersangka dan barang bukti saat ini telah diamankan oleh penyidik dari Ditres Narkoba Polda Riau. 

"Penangkapan berdasarkan informasi dari masyarakat. Anggota melakukan penyamaran. Awalnya polisi menangkap SF di Sukajadi. Besoknya (Senin), anggota kembali melakukan pengembangan dan menangkap warga Malaysia di halaman RSUD," ujar Kabid Humas Guntur Aryo Tejo.

Dari penangkapan ini, polisi berhasi mengamankan sejumlah barang bukti (BB), 1 bungkus plastik bening ukuran sedang berisi sabu seberat 100 gram, senilai Rp 80 juta, 1 bungkus plastik narkoba jenis heroin. Satu bungkus kecil shabu dan 1 unit handphone merek Nokia. 

Kasus tersebut saat ini terus dikembangkan dan melakukan penyidikan serta memburu pelaku lainya yang diduga sebuah sindikat dan jaringan narkoba Internasional. Dua orang tersangka ini terancam hukuman mati atau minimal 4 tahun penjara karena disangkakan melanggar Undang-Undang no. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT