Kapolres Bengkalis Tak Tahu Ada 14 DPO

Jumat, 07 Februari 2014 - 00:00:14 WIB
Share Tweet Google +

Kapolres Bengkalis AKBP Andry Wibowo mengaku belum mengetahui ada 14 tersangka ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) pihak kepolisian yang diduga kuat terlibat dalam aksi pembunuhan berencana yang menewaskan Choidirin (34), operator Excavator di lahan PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) pada Juli 2011 silam sampai sekarang belum ditangkap.

"Kasusnya sudah lama ya? Saya baru tahu dari media saat ditanya ini. Nanti akan coba saya cek di Reskrim," ujarnya kepada wartawan usai memimpin Upacara Mantab Brata Pemilu 2014, Kamis (6/1).

Sebelumnya, dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bengkalis disebutkan ada 14 DPO bersama-sama dengan terdakwa M. Ridwan (29), mantan Ketua Serikat Tani Riau (STR), saat ini sedang menjalani persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Bengkalis. Mereka antara lain SAM, RON, MUK, WGO, TH, AJL, SHN, JI, SPL, ANR, IJL, LMN, MKR, dan NI.

Selain terdakwa M. Ridwan, kasus pembunuhan berencana terhadap korban Chodirin, menyeret Yannas, rekan korban dan telah divonis PN Bengkalis dengan hukuman selama 16 tahun penjara.

Keempatbelas DPO tersebut disebutkan pada Rabu, 13 Juli 2011 silam sekitar pukul 01.30 WIB atau setidak-tidaknya pada waktu itu bertempat di Areal PT. RAPP C.D.014 Sungai Kuat, Desa Lukit, Kecamatan Merbau, Kabupaten Kepulauan Meranti melakukan dan turut serta sengaja dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain.

Mereka dibagi oleh terdakwa M. Ridwan dalam dua regu sebelum aksi menghabisi nyawa korban Choidirin. Regu pertama diketuai Yannas dan regu dua MKR yang sebelumnya telah berdiskusi menyusun rencana siapa yang melakukan penembakan, dan ditunjuk Yannas, kemudian pada 12 Juli 2013 pukul 24.00 WIB M. Ridwan, Yannas dan belasan DPO bergerak ke arah alat berat yang dioperasikan kemudian menghabisi korban Chodirin sesuai yang telah direncanakan sejak awal.**rd

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT