Dugaan Korupsi, Dirut PT BLJ Penuhi Panggilan Jaksa

Selasa, 04 Februari 2014 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Direktur Utama (Dirut) PT Bumi Laksamana Jaya (PT BLJ), Yusrizal Andayani akan memenuhi panggilan penyidik tindak pedana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Bengkalis dan akan memberikan keterangan, Rabu (5/2).

Hal ini diungkapkan Yusrizal Andayani saat dihubungi via telepon seluler, Selasa (4/2) siang. Menurut Yusrizal, besoknya akan memberikan keterangan kepada penyidik Pidsus Kejari Bengkalis.

Yusrizal menegaskan, penjadwalan memenuhi panggilan jaksa agar pemeriksaan tidak mengganggu pekerjaan yang tengah dilaksanakan.

"Saya minta reskedul pemeriksaan agar tidak mengganggu pekerjaan. Saya tengah menegosiasi penjualan daya yang dihasilkan pembangkit yang akan kita bangun," kata Yusrizal mengaku dalam perjalanan dari Pekanbaru ke Bengkalis.

Seperti diberitakan, Selasa (28/1) bulan lalu penyidik Pidsus Kejari Bengkalis memanggil Dirut, Direktur Keuangan dan General Manager Operasional PT BLJ untuk dimintai keterangan terkait penyelidikan dugaan penyimpangan dana penyertaan modal Pemkab Bengkalis Rp300 miliar ke PT BLJ.

Namun ketiganya tak datang. Pihak PT BLJ mengirim surat ketiganya akan datang dan memberikan keterangan pada Rabu (5/2).

"Kita sudah mengirimkan surat kepada manajemen PT. BLJ untuk datang ke kejari Bengkalis. Agendanya adalah pemeriksaan lanjutan terkait penyertaan modal yang mereka terima dari Pemkab Bengkalis untuk.membangun PLTU dan PLTG di kecamatan Pinggir dan Bukitbatu. Tapi sampai saat ini ketiga direksi PT.BLJ tersebut tak kunjung datang," terang Yanuar Rheza.

Dikemukakan Rheza bahwa jajaran manajemen PT.BLJ pada Selasa kemarin mengirim surat ke kejari Bengkalis mereka meminta undur pemeriksaan sampai tanggal 5 Februari. 

Selain direksi PT BLJ, tidak ttertutup kemungkinan dua direksi anak perusahaan PT.BLJ yakni PT.Sumatera Timur Energi dan PT.Riau Energi Tiga juga akan diperiksa serta jajaran komisaris yaitu Mukhlis (komisaris utama) dan dua jajaran komisaris Burhanudin.dan Ribut Susanto yang sudah mundur dari jabatan komisaris independen karena ikut calon legislatif.

Kedua anak perusahaan itu adalah PT.Sumatera Timur Energi sebesar Rp 200 miliar dan PT.Riau Energi Tiga sebesar Rp 100 miliar.

Seperti diketahui, pekan lalu Polda Riau telah memeriksa Kabag Perekonomian Setdakab Bengkalis Hamdan dan Kabag Keuangan Azrafiany Abdul Rauf terkait penyertaan modal ke perusahaan semi plat merah itu. Kabag perekonomian adalah Kuasa Pengguna Angaran (KPA) penyertaan modal dan kabag keuangan selaku pemegang kendali kuangan daerah. **rd

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT