Tersangka Korupsi BNI 46 Tunggu Ditahan

Selasa, 04 Februari 2014 - 00:00:20 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Dit Reskrimsus Polda Riau sejak akhir tahun 2013 sudah melimpahkan berkas tahap pertama kasus dugaan Korupsi BNI 46 Cabang Pekanbaru, ke Kejaksaan Tinggi Riau. Namun sampai saat ini berkasnya bolak-balik dari jaksa ke penyidik di Polda Riau.

Walau berkasnya sudah diserahkan ke jaksa untuk pemberkasan tahap pertama itu, namun masih ada kekurangan dan masih perlu ada penyempurnaan.

Hal itu diakui Direktur Reskrimsus Polda Riau Kombes Yohanes Widodo saat dihubungi wartawan, Selasa (4/2) di Pekanbaru. Pihaknya saat ini masih melengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa. "Berkasnya sudah diserahkan ke kejati, namun masih ada yang perlu dilengkapi," ungkapnya. 

Dalam kasus ini, negara diduga dirugika hingga Rp40 miliar di BNI Cabang Pekanbaru itu. Ada tiga pejabat tinggi BNI 46, yang menjadi tersangkanya antara lain berinisial DS, CM, dan AY.

Ketiganya dijerat dengan Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. "Tetapi kalau untuk pihak debitur PT Barito Riau Jaya belum ada penambahan tersangkanya. Masih kami dalami lagi, nanti akan kami beritahu perkembangannya," janji Dir Reskrimsus.

Kasus ini berawal, ketika debitur Esron Napitupulu selaku Direktur Utama PT Barito Riau Jaya, memiliki lahan sawit seluas 1.004 hektar yang dijadikan anggunan ke BNI 46. Pihak BNI dengan mudah memberikan dana pinjaman Rp40 miliar. Belakangan diketahui, lahan yang diagunkan itu tidak semuanya milik Erson.

Kepala Kejaksaan Tinggi Riau melalui Kasi Penkum Kejati Riau, Mukhzan MH mengatakan saat ini pihaknya menunggu hasil kelengkapan berkas perkara oleh Polda Riau. "Untuk tersangkanya belum dilakukan penahanan karena kasus ini masih ditangani kepolisian, nanti jika sudah kita yang menangani, kita tahan," ungkapnya.

Status berkas perkara masih P19 (belum lengkap)."Jika berkas perkara sudah kembali dilimpahkan ke Kejati, kita nyatakan lengkap (P21) dan ketiga tersangka tersebut segera kita tahan, untuk kepentingan penyidikan," ungkapnya berjanji.**dn


loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT