Pukul Staf Diskes, Oknum Wartawan Dilaporkan

Selasa, 04 Februari 2014 - 00:00:20 WIB
Share Tweet Google +

Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) Dinas Kesehatan Provinsi Riau Jalan Cut Nyak Dien melaporkan seorang oknum yang mengaku wartawan ke Polresta Pekanbaru dalam kasus pemukulan. Korban yang juga pelapor adalah Jhon Analis (53) salah seorang staf di Dinas Kesehatan Propinsi Riau Jalan Cut Nyak Dien Pekanbaru. Pengakuan korban kepada pihak kepolisian, kejadian berawal saat pelaku (terlapor) HM mendatangi kantor Dinas Kesehatan Riau pada Senin (3/2) sekitar pukul 15.45 WIB. Kedatangan terlapor saat itu ingin melakukan konfirmasi soal berita dugaan korupsi pembangunan Puskesmas di Kabupaten Kampar. Karena yang dituju adalah Kadiskes yang kebetulan lagi tidak ditempat membuat terlapor terpancing emosi karena jawaban yang diberikan sekretaris Kadiskes tidak memuaskan. Akibatnya keributan terjadi diruangan kerja Dinas Kesehatan Propinsi Riau dan hal itu didegar oleh pegawai lainya kantor itu. Akhirnya seorang staf Kadiskes lainya yang bernama Jhon Analis (pelapor) langsung menemui terlapor dan menanyakan apa permasalahannya sampai mengundang keributan. "Saya sempat menanyakan dia dari mana. Dia mengaku wartawan tabloid," ujar Jhon kepada wartawan, Selasa (4/2). Setelah diketahui ternyata dari sebuah Tabloid terbitan Riau. Masih menurut korban, saat itu HM akan melakukan konfirmasi soal adanya dugaan korupsi di Diskes Riau. "Saya bilang kalau memang benar ada silakan buat laporan secara tertulis yang ditujukan kepada Kepala Dinas," ujar pelapor. Sebab sebelumnya pelaku sudah mengancam akan melaporkan kasusnya ke Kejati dan Polda Riau dalam dugaan korupsi. Pelapor saat itu mempersilakan terlapor untuk mengadukanya jika memang terbukti. Memperoleh jawaban yang tidak enak didengar, terlapor marah dan langsung mengeluarkan nada tinggi dan menantang jawaban pelapor. Setelah itu pelapor langsung meninggal terlapor begitu saja. Sumber lain juga menyebutkan, setelah pelapor pergi, terlapor bertambah emosi dan langsung melayangkan tangan hingga mengenai muka korban. Kegaduhan terdengar oleh pegawai lainya lalu datang staf lainya yang bernama Syahril Zadni (51) dan Hendri (30). Mereka mencoba untuk melerai kegaduhan itu. Namun korban tetap tidak terima korban ingin menyelesaikan permasalahan ini ke kantor polisi. Mendengar perkataan itu, terlapor langsung meninggalkan terlapor dan langsung kabur. Tidak terima dengan perlakuan terlapor akhirnya korban melaporan kasusnya ke pihak berwajib dalam kasus penganiayaan pemukulan di wajah korban. Kasusnya langsung dilaporkan ke Polresta Pekanbaru pada Senin (03/1) sekitar pukul 17.15 WIB. Saat ini kasusnya telah ditangani penyidik Polresta Pekanbaru untuk diproses lebih lanjut. Kapolresta Pekanbaru Kombes Robert Hariayanto melalui Kasat Reskrim Kompol Arief Fajar Satria kepada watawan, Selasa (4/2) membenarkan adanya laporan korban dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau. ''Kami masih melakukan pemeriksaan dan mengambil kepada korban dan saksi-saksi,'' ujar Arief Fajar. **dn

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT