Polda Banten Evaluasi Pelaksanaan PSBB Hari Pertama

Ahad, 19 April 2020 - 23:12:12 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya yang meliputi Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, mulai berlaku efektif sejak Sabtu 18 April 2020.

Pada hari pertama pemberlakuan PSBB di Kabupaten Tangerang, yang merupakan wilayah hukum Polda Banten, sebanyak 262 teguran simpatik yang dikeluarkan oleh Polresta Tangerang.

Pada hari pertama, jajaran kepolisian menemukan beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh masyarakat yang belum mentaati sesuai dengan ketentuan atau aturan penerapan PSBB.

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi kepada wartawan, Minggu (19/4/2020) menyampaikan hasil evaluasi kegiatan PSBB di Kabupaten Tangerang di hari pertama.

Dia mengatakan pada hari pertama PSBB di Kabupaten Tangerang, volume kendaraan yang keluar dan masuk melalui 6 check point tercatat sebanyak 35.380 unit kendaraan yang keluar, dan sebanyak 37.835 unit kendaraan yang masuk ke wilayah hukum Polres Tangerang Polda Banten.

Edy menjelaskan, hasil pemeriksaan atau pengecekan pada 6 lokasi check point tercatat sebanyak 262 warga yang mendapat teguran simpatik karena melakukan pelanggaran PSBB.

"Pelangaran yang ditemukan adalah, tidak memakai masker, konfigurasi jumlah dan posisi orang dalam kendaraan mobil, serta pengendara sepeda motor yang berboncengan berbeda domisili," kata Edy.

Edy mengatakan, masyarakat yang melanggar dan tidak mengindahkan aturan yang tercantum dalam pelaksanaan PSBB diberikan teguran atau sanksi sesuai dengan peraturan perundang–undangan yang ada, baik itu KUHP maupun peraturan perundang–undangan yang lain.

"Penegakan hukum atau pemberian sanksi kepada pelanggar adalah ultimum remedium, atau upaya terakhir setelah dilakukan imbauan, teguran, dan sebagainya," ujar Edy.

Edy mengatakan, jajaran Polda Banten bersama TNI, Dishub, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan stakeholder terkait akan terus memberikan imbauan dan peringatan kepada masyarakat.

“Kita berharap kesadaran masyarakat akan tumbuh. Pemberlakuan PSBB tentu bertujuan untuk keselamatan kita semua. Semoga warga dapat mematuhi peraturan PSBB guna percepatan penanganan Covid–19,” katanya. [sjah]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT