Komisi II DPRD Meranti Dukung Jalan Koridor

Jumat, 31 Januari 2014 - 00:00:23 WIB
Share Tweet Google +

loading...

Komisi II DPRD Kabupaten Kepulauan Meranti mendukung rencana Pemkab Kepulauan Meranti Riau untuk melanjutkan tahap ke dua pembangunan jalan koridor Bandul-Selat Akar menuju Desa Pisang, Kecamatan Putri Puyu-Merbau. 

Demikian dikatakan Ketua Komisi II DPRD Meranti Basiran Sarjono, di Selatpanjang, Kamis (30/1). Pembangunan jalan koridor Melai-Kedaburapata yang menghubungkan Kecamatan Rangsang Barat menuju Rangsang Pesisir. Pasalnya, kedua akses jalan poros di pulau terluar ini, merupakan nadi penting bagi percepatan akses pelayanan publik dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

"Pembangunan dua jalan poros di dua pulau terluar ini, memang harus dilanjutkan. Soalnya, kalau sampai gagal dilanjutkan, upaya Pemkab Meranti untuk segera membuka akses keterisoliran puluhan ribu masyarakat di dua pulau ini dengan kota Selatpanjang dan daratan Sumatera akan terbengkalai. Apalagi realisasi tahap pertama pembangunan jalan poros Bandul-Selat Akaar sudah berjalan dengan baik, hanya tinggal 4,8 kilo lagi sampai ke desa Pisang. Jadi sangat disayangkan, kalau harus terhenti," ujar Basiran.

Menurutnya, kebijakan Pemkab Meranti mengubah sistem pengeloalan pembangunan dari program semenisasi menjadi base, memang tekesan lebih mahal dan lambat. Namun, melihat dari sisi kebutuhan dan perkembangan masa depan Meranti sebagai kawasan niaga jelas membutuhkan kualitas jalan yang bisa menampung seluruh aktifitas daerah ini kedepan. Apalagi dengan kondisi tekstur tanah di daraeh ini yang pada umumnya gambut dan berawa. Tentunya, akan sangat lentu dan mudah bergerak bila kekuatan body jalan yang dibangun tidak kuat menahan beban aktifitas lalu lintasnya. 

Tambahnya, dengan program pengelolaan pembangunan yang lebih mengedepankan kualitas, diharapkan akan menghasilkan kualitas jalan yang lebih maksimal. "Memang biayanya lebih mahal dan memakan waktu agak lama. Tapi kalau dinilai dari sisi kualitas, jelas akan lebih baik. Kalaupun persoalan pengerjaan jalan poros Melai-Kedaburapat tak siap dan terbengkalai. Selain itu lebih dikarenakan ketidak siapan pihak rekanan. Untuk itu, komisi II DPRD Meranti mendukung rencana pemkab Meranti untuk kembali mengalokasikan anggaarn pembangunan jalan poros Melai-Kedaburapat pada tahun anggaran 2014 ini," beber Basiran.

Harus lebih selektif

Ungkapan senada juga disampaikan wakil Ketua Komisi II DPRD Meranti H. Falzan Surachman. Menurutnya, persoalan terbengkalainya pembangunan jalan poros Melai-Kedaburapat murni ketidak mampuan pihak rekanan, baik secara tekhnis maupun nonteknis. Apalagi situasi ini turut di beratkan dengan kondisi bentangan alam yang cukup berat. "Kalau sampai pembangaunan jalan poros Melai-Kedaburapat ini ditunda, sampai kapan lagi masayarkat harus menunggu. Sementara, daraeh ini kedepannya akan menjadi salah satu titik sentra industry masa depan Meranti. Dengan demikain mau tidak mau, Pembangunan jalan poros Melai-Kedaburapat tetap harus digesa, hanya persoalan waktu saja lagi," ungkapnya.

"Kalau anggarannya mwemang mencukupi, kenapa tidak. Bagaimanapun juga, masyarakat sudah lama menunggu dan didera dengan kondisi jalan yang buruk. Disisi lainnya, akses pelayanan public memang sangat membutuhkan ketersediaan jalan yang benar-benar resprentatif. Untuk menampung kebutuhan masa depan, jalan poros Melai-Kedaburapat ini memang sangat dibutuhkan. Untuk itu, kita dukung penuh komitmen Pemkab Meranti untu menggesa pembangunan jalan poros Melai-Kedaburapat tersebut di tahun 2014 ini," ujari Wakil Ketau Komisi II DPRD Meranti tersebut.**adv

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT