30 Objek Wisata di Buleleng-Bali Tutup Sementara

Senin, 23 Maret 2020 - 13:54:10 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Sebanyak 30 objek wisata atau daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Buleleng, Bali, menutup sementara dari kunjungan wisatawan, guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Penutupan ini berkaitan dengan surat edaran (SE) Gubernur Bali maupun SE Bupati Buleleng yang mengimbau DTW yang ada untuk menutup kegiatannya terkait COVID-19," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng, Made Sudama Diana, di Buleleng, Senin.

Ia menjelaskan sebelum adanya SE Gubernur Bali yang ditegaskan dengan SE Bupati Buleleng itu, di Buleleng sudah ada beberapa DTW yang sudah ditutup.

Sampai dengan SE Bupati Buleleng diturunkan, tercatat 30 DTW dari 86 DTW di Kabupaten Buleleng yang sudah ditutup. "Ini dilakukan terkait dengan adanya pencegahan penyebaran COVID-19. Hanya untuk tempat ibadah seperti pura belum ada konfirmasi. Mungkin terkait upacara," jelasnya.

Dari 30 DTW tersebut, ada DTW yang sudah besar dan menjadi ikon di Kabupaten Buleleng, termasuk yang kunjungannya besar saat hari-hari biasa atau hari libur, seperti Pantai Lovina yang belum bisa sepenuhnya ditutup, karena wilayah tersebut merupakan wilayah lepas pantai.

Disinggung mengenai DTW yang belum tutup, ia mengungkapkan dengan terbitnya SE Bupati Buleleng, pihaknya sudah menyampaikan ke pengelola DTW.

"Itu dilakukan untuk percepatan tindakan dari pihak pengelola, sehingga upaya pencegahan ini bisa maksimal dilakukan. Kami sudah beritahu para pengelola agar pengelola bisa mematuhi surat edaran ini," ungkap mantan Camat Busungbiu itu.

Ia menambahkan dari 30 DTW tersebut tersebar di beberapa desa wisata. Satu desa wisata terdiri dari beberapa DTW. Seperti di Desa Sambangan ada lima DTW, kemudian di Desa Sekumpul dan di Desa Lemukih terdapat lima DTW juga.

Selain itu, Krisna Watersport, Banyuwedang, dan TNBB juga termasuk. "Gitgit dan Wanagiri juga sudah. Air Sanih belum konfirmasi. Namun dengan adanya SE Bupati, maka semua akan menuruti karena kunjungan juga nihil seperti di daerah barat contohnya Air Panas Banjar kunjungannya berkurang," kata Sudama Diana. [ant-met]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT