Keterbatasan Armada, BC Bengkalis Tetap Optimis

Kamis, 27 Februari 2020 - 14:34:20 WIB
Share Tweet Google +

Metroterkini.com - Penindakan yang tak kenal lelah terhadap aksi penyelundupan terus dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madya Pabean Bengkalis.

Hal ini dikatakan Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Madya Pabean Bengkalis, Ony Ipmawan kepada media ini beberapa hari lalu. Saat ini, kantor yang dipimpinnya memiliki 55 orang pegawai dengan 5 unit kapal patroli, masing-masing berukuran 15 meter 2 unit, 10 meter 1 unit dan 7 meter 2 unit. Ini terbilang minim untuk menjaga perairan Kabupaten Bengkalis. Kendati demikian, Ony Ipmawan terus berusaha memaksimalkan pengawasan dengan kekuatan kapal patroli minimalis tersebut. Salah satunya bekerjasama dengan TNI dan Polri serta masyarakat. Jika tidak demikian diyakini akan kewalahan mengawasi perairan Kabupaten Bengkalis.

Apalagi posisi Kabupaten Bengkalis dibibir Selat Malaka dan berhadapan dengan negara Jiran, Malaysia, menjadi target stafet para pelaku kejahatan ekonomi (penyeludup) untuk memasukan barang ilegal dan barang-barang terlarang ke Indonesia melalui pelabuhan-pelabuhan 'tikus' yang tersebar di pulau-pulau di Negeri Junjungan julukan Kabupaten Bengkalis.

Situasi ini, mau tak mau kapal patroli Bea Cukai Bengkalis harus berjibaku mengahadapi Speedboat dan kapal penyelundup berukuran besar. Namun, kerjasama yang solid dengan kekuatan samping (TNI dan Polri) serta masyarakat aksi penyelundupan bisa diminimalisir.

Seperti saat Polres Bengkalis menangkap 19 bungkus Shabu dengan total berat 17.554,78 gam milik jaringan Abdillah Febriadi alias Ade Vincen cs, Rabu (22/1/20) lalu. Penangkapan itu tidak terlepas dari kerjasama Sat Narkoba Polres Bengkalis dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pabean Madya Bengkalis.

Derasnya arus masuk barang-barang ilegal (selundupan) dari Kawasan Bebas Batam, seperti handphone dan barang elektronik, dan rokok ke Bengkalis, membuat personel Bea Cukai Bengkalis harus selalu waspada.

Dikutip dari laman situs Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Pabean Madya Bengkalis, Bea Cukai Bengkalis telah menggagalkan penyelundupan barang elektronik 53 handphone dan belasan laptop beserta aksesorisnya melalui Pelabuhan Tanjung Harapan pada Rabu (12/2) hingga Minggu (16/2) lalu.

“Barang-barang tersebut merupakan barang yang tidak memiliki dokumen kepabeanan dengan total nilai mencapai ratusan juta rupiah yang berasal dari Kawasan Batam,” ungkapnya.

Ony menambahkan, penindakan terhadap handphone selundupan ini bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya, Bea Cukai Bengkalis juga pernah mengamankan ratusan unit handphone yang diselundupkan bersama dengan ratusan kaleng minuman keras ilegal. 

“Ini merupakan bukti nyata fungsi bea cukai dalam menegah barang selundupan demi memberantas penyelundupan dan pelanggaran di bidang kepabeanan dan cukai,” ujarnya.

Sementara itu, Bea Cukai Bengkalis juga telah menyita puluhan ribu batang rokok ilegal yang tidak dilekati pita cukai, pada Rabu (12/2). Total sebanyak 80.300 batang rokok yang dikemas di dalam sebuah koper dan kotak karton berhasil diamankan oleh petugas di pelabuhan ferry domestik Bandar Sri Laksamana Bengkalis. Barang hasil penindakan tersebut diduga adalah barang bawaan dari salah satu penumpang kapal ferry asal Batam dan kapal ferry tujuan Dumai.

Penindakan ini juga merupakan hasil sinergi bersama Kodim 0303 Bengkalis dalam melakukan operasi gabungan di perbatasan laut. 

“Pengamanan terhadap ribuan rokok ilegal tersebut merupakan wujud nyata Bea Cukai dalam bersinergi dengan aparat penegak hukum lainnya untuk peningkatan pengawasan,” ungkap Ony.

Rangkaian penindakan tersebut merupakan salah satu bukti keseriusan Bea Cukai Bengkalis untuk menurunkan angka peredaran barang kena cukai ilegal guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan berkeadilan sehingga akan berdampak pada optimalisasi penerimaan negara untuk membiayai pembangunan nasional melalui APBN.

“Selain itu, pungutan cukai juga dialokasikan kepada daerah untuk mendukung program jaminan kesehatan nasional guna peningkatan kuantitas dan kualitas layanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas Ony. [rudi]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT