2 Kali Diajukan, Rumah Siagian Tak Juga Diperbaiki

Jumat, 21 Februari 2020 - 12:19:00 WIB
Share Tweet Instagram

Metroterkini.com - Berdasarkan informasi yang diperoleh, diperkirakan kurang lebih 2.000-an lebih Rumah Tak Layak Huni (RTLH) di Kabupaten Toba Samosir telah dibenahi selama 2 tahun belakangan ini. Dinas Perkim Tobasa selaku dinas teknis melalui Bilhok Sirait mengatakan bahwa pelaksanaan renovasi dan standar pelaksanaan mengacu pada Permenpera No. 13 tahun 2016 tentang standar persyaratan minimum (SPM).

Menurut Bilhok, penyelenggaraan perumahan dan kawasan pemukiman tidak hanya dilakukan dengan pembangunan baru. Namun juga melakukan pembenahan yang telah ada dengan melakukan perbaikan RTLH dilingkungan hunian, baik perkotaan ataupun pedesaan. Sehingga rumah-rumah yang telah dibenahi dapat berfungsi sebagaimana mestinya untuk peningkatan kualitas hidup penghuninya. Untuk itu pihak nya menghimbau para kepala desa untuk melakukan pendataan dengan baik dan benar sesuai tata cara persyaratan yang berlaku.

Sebelumnya, Bupati Tobasa Ir.Darwin Siagian dihadapan masyarakat pernah menyampaikan bahwa pemerintah konsisten akan menuntaskan secara bertahap rumah-rumah tidak layak huni milik warga kategori ekonomi miskin di Daerah tersebut. Disampaikannya, akan dilakukan pendataan rumah-rumah tidak layak huni oleh Bappeda, dan kemudian dalam mendukung program bedah rumah tersebut dapat ditampung dalam APBD tahun berjalan.

Ironisnya, dibalik gencarnya pemerintah Tobasa melakukan pembenahan RTLH demi peningkatan kesejahteraan rakyat. Muncul asumsi miring tentang dugaan adanya kesenjangan pada realisasi program RTLH ini. Salah satunya diungkapkan oleh seorang warga desa Aruan kecamatan laguboti, Acen Siagian kepada awak media, Jumat,(21/2/2020). Mirisnya lagi, diketahui desa Aruan adalah merupakan kampung halaman Ibu mertua dari Sang Bupati, yang nota bene orang nomor 1 di Tobasa.

Kepada media, Acen menceritakan bahwa rumah yang dihuni oleh bapa tuanya (abang kandung dari orangtua Acen Siagian-red) sudah sangat tidak layak dihuni. Kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan membuat keluarga nya itu terpaksa menahan dingin nya angin malam dan percikan tetesan air dikala hujan lebat. Bahkan menurut pria lajang ini, tak jarang air hujan menembus atap seng dan membasahi isi rumah dikarenakan atap yang bocor.

Ia mengungkapkan bahwalokasi rumah yang didiami oleh bapa tua nya itu telah dikunjungi oleh petugas atau personil dinas terkait beberapa kali.Namun hingga kini masih saja belum dilakukan tindak lanjut. “sudah berkali-kali datang orang Pemda  ke sini melihat rumah itu, bahkan sudah dipoto-poto. Tetapi tak ada tindak lanjut sama sekali. Saya tidak tahu alasannya mengapa sampai sekarang belum diperhatikan".

Dirinya juga mengkeluhkan bahwa situasi ekonomi keluarganya tergolong sangat-sangat lemah. Sehingga tidak dapat berbuat apa-apa untuk memperbaiki kondisi rumah yang dihuni oleh abang bapak nya itu. Disebutkan, bahwa rumah itu tidak hanya dihuni oleh bapa tuanya, namun namboru (adik perempuan bapak nya) juga turut menempati rumah tersebut. Apalagi disampaikan nya, bahwa kondisi kesehatan bapa tua dan namborunya cukup memprihatikan, dimana secara ekonomi mereka tidak memiliki sumber pendapatan yang jelas untuk memenuhi kebutuhan nya sehari-hari.

Lebih lanjut, Acen berharap kiranya pemerintah kabupaten toba samosir memberikan perhatian bagi keluarga nya, terkhusus kepada rumah yang dihuni oleh keluarganya di desa tersebut.

Menindaklanjuti situasi itu, kepala desa Bintang Aruan yang ditemui awak media dikantornya membenarkan bahwa pihak nya telah berulang kali mengajukan permohonan RTLH bagi warga nya ke pihak-pihak terkait. Dikemukakan, bahwa ada sebanyak 10 unit hunian warga yang telah diajukan nya, termasuk rumah yang dihuni keluarga Siagian. Akan tetapi, diakui nya hingga kini belum ad ada realisasi dari pihak yang bersangkutan. Bahkan disebutkan kepala Desa 2 periode ini, bahwa Ia sudah 2 (dua) kali mengajukan hal itu, diperkirakan tahun 2017-2018 lalu.

Demi memperjuangkan hal tersebut, Bintang mengaku tengah membangun komunikasi dengan para anggota DPRD daerah pemilihan Laguboti agar berkenan memberikan perhatian dan bersedia memperjuangkan hal itu kepada Pemda setempat.

Camat Laguboti, Pintor Pangaribuan yang kemudian dikonfirmasi di kantornya justru mengaku belum tahu menahu seputar tunggakan usulan RTLH di wilayah nya. Sebab dikatakannya dirinya masih menjabat 1 bulan ditempat tersebut. Namun dirinya berjanji akan berupaya semaksimal mungkin untuk memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat nya itu. 

“Saya belum tahu tentang itu, tetapi saya mohon kiranya usulan disampaikan kembali kepada saya. Sehingga saya bisa langsung membawa usulan tersebut ke dinas terkait untuk diperhatikan. Akan saya upayakan lah” katanya. [Firman Tobing]


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT