Alfamart Akan Buka Di Kuansing Riau

Sabtu, 25 Januari 2014 - 00:00:11 WIB
Share Tweet Google +

Kuansing - Jaringan toko Alfa Mart berniat membuka cabang di Kuansing. Namun Pemkab Kuansing belum belum dapat memastikan memberi izin atau tidak terkait keinginan Alfa Mart tersebut. Pasalnya ekspansi  Alfa Mart sedang menunai protes dan keberatan dari pedagang lokal yang terancam akibat ekspansi usaha mereka.

"Sudah ada mereka ( Alfa Mart ) yang berkonsultasi terkait rencana pendirian cabang mereka di Kuansing, kalau Indo Maret belum,"ujar Kepala Badan Pelayanan Terpadu dan Penanaman Modal Kuansing, Yuadi, Jumat (24/1) di Kantor Bupati Kuansing.                              

Diingatkan Yuasri, sejauh ini mereka baru sebatas  konsultasi pembukaan cabang, belum mengajukan izin pendirian.  " Baru sebatas konsultasi saja, belum mengajukan izin,"ujar Yuasri.

Kalaupun mengajukan izin ujar mantan Kabag Perlengkapan Setda Kuansing itu, Pemkab akan mengkaji dengan seksama, terutama dampak kehadiran mereka di Kuansing menyangkut  eksistensi pedagang-pedagang lokal.                                                

"Kalau mengajukan izin itu hak  semua pengusaha dan grup usaha dimanapun berhak mengajukan izin, Pemkab Kuansing tidak berhak menghalangi," ujarnya.                    

Namun untuk pemberian izin perlu dikaji ujarnya, dengan matang dan seksama agar kehadiran mereka tidak menimbulkan pro dan kontra. Karena diberbagai daerah seperti di Pekanbaru, banyak terjadi pro dan kontra kehadiran mereka.

"Hal-hal seperti ini perlu dikaji dengan matang dan seksama. Di Pekanbaru saja menimbulkan pro dan kontra, itu di kota besar apalagi di daerah, walau secara hukum siapapun berhak mengajukan izin usaha," ujarnya.      

Menurutnya, jika mereka mengajukan izin pembukaan cabang, mereka akan menggelar studi banding ke Pekanbaru. Untuk mengetahui, bagaimana mereka memproses izin pendirian usaha seperti Alfa Mart, namun belum tentu Pemkab memberi izin atas proposal yang mereka izinkan.    

"Untuk mereka (izin) perlu ada Perbup untuk memprosesnya karena berbeda izinnya dengan pedagang lokal lainnya," ujar Yuardi.**kt                                


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT