RSUD Indra Sari Inhu Setop Uang Jaga Karyawan

Rabu, 22 Januari 2020 - 20:16:53 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Khawatir akan tersandung hukum, managemen RSUD Indra Sari Rengat Indragiri Hulu setop (hentikan) uang jaga karyawan. Penghentian uang jaga ratusan karyawan itu di lakukan terhitung sejak Januari 2020.

Terkait rencana pemutusan uang jaga itu, ditanggapi beragam oleh para karyawan RSUD Indra Sari Rengat. Sebab, uang jaga itu sudah lama di nikmati para karyawan dan baru tahun ini dihentikan. 

Kendati ada rencana penghentian, para karyawan belum ada melakukan aksi apapun. Walau dalam perjalanan masa kerja para karyawan, uang jaga tersebut pernah naik di masa Direktur RSUD Indra Sari Rengat sebelumnya. Tetapi setelah ada pergantian Direktur RSUD Indra Sari Rengat, pernah di kurangi dan akhirnya di hapuskan.

Sementara itu, kepada wartawan, Direktur RSUD Indra Sari Rengat Drg Sri Damayanti membenarkan adanya pemutusan uang jaga karyawan. Menurutnya, hal itu di lakukan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Pemutusan uang jaga itu, telah dilakukan kajian dalam satu tahun belakangan ini. Yang mana, jam kerja sore dengan jam kerja pagi, jumlahnya sama. Sehingga, ketika tetap dibayarkan, takut menjadi temuan BPK.

Untuk itu, kata Sri Damayanti, agar terhindar dari temuan BPK, yang berdampak menjadi masalah hukum, maka diputuskan tidak lagi ada pembayaran uang jaga. 

"Saya sangat menghindari itu (masalah hukum-red)," ujarnya.

Pemutusan pembayaran uang jaga tersebut, lanjutnya, dalam rangka menyelamatkan pegawai dari masalah hukum. Sehingga tidak ada maksud lain dalam pemutusan uang jaga bagi pegawai.

Kendati demikian, managemen RSUD Indra Sari Rengat masih tetap membayarkan uang jaga malam bagi pegawai dan besaran uang jaga malam tersebut masih sama seperti tahun lalu, yakni sebesar Rp45 ribu perjaga malam.

Pegawai yang berhak menerima uang jaga malam itu, mulai dari bagian keamanan sampai tenaga medis.

"Jangan khawatir, untuk jaga malam tetap dibayarkan seperti biasa. Sebab, jumlah jam kerja melebihi jam reguler," kata Sri Damayanti. [wa]

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT