Bhabinkamtibmas Ajak Siswa Cerdas Bermedsos

Senin, 20 Januari 2020 - 23:12:34 WIB
Share Tweet Google +

Loading...

Metroterkini.com - Media sosial (medsos) semestinya dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan menyebarkan konten-konten positif.

Sayangnya, beberapa pihak memanfaatkannya untuk menyebarkan informasi yang mengandung konten negatif. Jika hal tersebut dibiarkan, dikhawatirkan akan membahayakan generasi muda.

Menyadari hal tersebut, Bhabinkamtibmas Desa Sukaharja bernama Paryanto, secara proaktif melakukan sosialisasi, mengajak generasi muda agar cerdas menggunakan media sosial.

“Hal ini kami dilakukan untuk mengantisipasi merebaknya situs-situs penyebaran video porno, obat-obatan terlarang, penyebaran berita hoax hingga kenakalan remaja lainnya,” kata Paryanto, Senin (20/1/2020) pagi.

“Hal ini sesuai dengan arahan dan harapan Kapolresta Tangerang Kombes Pol H. Ade Ary Syam Indradi,” sambung dia.

Sosialisasi dilakukan anggota Polsek Pasar Kemis Polresta Tangerang Polda Banten ini saat menjadi Inspektur upacara (Irup) di sekolah SMK Pujangga Kampung Teureup RT 04/02 Desa Sukaharja Kecamatan Sindang Jaya Kabupaten Tangerang,

Pada kegiatan tersebut Bhabinkamtibmas ini mengingatkan bahwa penyebaran video porno melanggar Undang-undang nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Bunyinya, bahwa setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Eletronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan, pidana terhadap pelanggar diatur dalam Pasal 45 ayat (1) UU ITE yaitu ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 milliar.

Sementara untuk penyebaran berita Bohong atau hoaks melanggar pasal 28 ayat 1 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik atau Undang-Undang ITE.

Di dalam pasal itu disebutkan bahwa Setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar. [sjah]

 

loading...

loading...

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT