Bocah yang Dibuang di Kebun Sawit Takut Melihat Perempuan

Jumat, 20 Desember 2013 - 00:00:21 WIB
Share Tweet Google +

loading...


Pemeriksaan psikologis terhadap Adit, bocah yang diduga ditelantarkan orangtuanya, mengungkap adanya trauma mendalam akibat penyiksaan dari sang ibu yang membuat korban ketakutan bertemu perempuan.

"Adit merasa kurang nyaman dengan wanita karena sesuai dengan informasi ia mengatakan kerap dipukul oleh ibunya. Jadi figur ibu (perempuan) adalah ancaman bagi Adit," kata psikolog Ardian Adi Putra MPsi, Kamis (19/12/2013).

Ardian selama dua hari melakukan pemeriksaan psikologi terhadap Adit di RSUD Bangkinang, Kabupaten Kampar. Saat itu, ia menemukan Adit merasa terancam dan ketakutan ketika ada perempuan yang menjenguknya, dan sebaliknya lebih nyaman terhadap lelaki.

"Ketika ada pengunjung Adit tidak merespons apa-apa, tapi kalau ada perempuan dia langsung berteriak-teriak," katanya.

Selain itu, ia mengatakan, Adit juga takut melihat dokter memakai baju putih apalagi kalau membawa jarum suntik. Hal itu, menurut Ardian, disebabkan rasa sakit yang diterima Adit ketika menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Meski begitu, ia mengatakan, trauma Adit tidak terlalu parah dan kini mulai membaik.
"Adit hanya butuh waktu untuk beradaptasi karena usianya juga masih kecil," katanya.

Sementara itu, Bupati Kampar Jefry Noer yang sempat menjenguk Adit mengaku sangat menyesalkan perbuatan keluarga yang tega menelantarkan dan menyiksa bocah malang itu.

"Binatang saja sayang dengan anaknya. Ini kok ada manusia menganiaya secara kejam dengan darah dagingnya sendiri," tegas Jefry.

Ia mengatakan, Pemkab Kampar akan menanggung seluruh biaya pengobatan Adit di RSUD Bangkinang.

Seperti diberitakan, warga menemukan Adit tergolek lemah di kebun kelapa sawit PTPN V di Kampar pada pekan lalu. Bocah itu mengaku ditinggal sendirian di tempat itu oleh ibunya tanpa sebab jelas.

Kondisi bocah malang itu sangat lemah, dan tubuhnya penuh luka mulai dari kepala, punggung, tangan, dan kakinya. Pada bagian bibir dan lidahnya juga ada bekas sayatan benda tajam, dan di punggungnya banyak luka bakar yang diduga akibat disetrika.

Orangtua jadi tersangka

Dalam kasus ini polisi telah menetapkan ayah Adit, Surya Atmaja (35), dan ibu tirinya, Ervina (36), sebagai tersangka. Dari keterangan tersangka, bocah malang itu bernama lengkap Aditya dan berumur 8 tahun, bukan 6 tahun.

"Kedua orangtua Adit ditetapkan sebagai tersangka," kata Kapolres Kampar AKPB Ery Apriyono, Jumat (20/12/2013).

Ery mengatakan, kedua tersangka ditangkap di perbatasan Kabupaten Kampar dan Rokan Hulu, Kamis. Kini keduanya sudah ditahan di Polres Kampar.

Menurut Ery, tersangka bakal dijerat dengan Undang-Undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Undang-Undang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman hingga 10 tahun penjara.

"Kita kenakan pasal yang berbeda untuk keduanya. Keterangan sang ibu dalam penyidikan bahwa dia yang kerap melakukan penganiayaan, sedangkan ayahnya bisa terseret karena turut serta dan membiarkan," ujarnya.

Berdasarkan hasil penyidikan, kedua orangtuanya sengaja menelantarkan Adit di kebun kelapa sawit karena merasa tidak tahan dengan kenakalannya. Ervina, ibu tiri Adit, mengaku korban sering mencuri dan mengasari adik tirinya.


TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT